TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kandidat petahana dari Partai Republik, Donald Trump menyebut ada kecurangan dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2020.
Trump juga mengatakan ada sekelompok orang yang mencoba mencabut hak pemilih pendukungnya.
Meski tidak memberikan bukti, Trump menambahkan, "(Ada) Sekelompok orang memalukan yang sedang mencoba mencabut hak pilih".
"Ini memalukan bagi negara kita," katanya saat sambutan di Ruang Timur Gedung Putih, dilansir BBC, Rabu (4/11/2020).
Trump menyatakan akan menggugat ke Mahkamah Agung AS.
Baca: Update Pilpres 2020, Meski Tertinggal Sementara Atas Biden, Donald Trump: Kita Menang Segalanya
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 November: Arkeolog Howard Carter Menemukan Makam Firaun Tutankhamun
Selain mengungkapkan dugaan kecurangan, Trump juga mengklaim kemenangannya.
"Kami memenangkan segalanya," ungkap Trump, meski hasil perhitungan sementara menurut BBC, Joe Biden unggul.
Dengan nada penuh keyakinan, Trump menyinggung kemenangannya di Florida.
"Kita semua bersiap untuk perayaan besar," katanya.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan jutaan pendukungnya.
Baca: Tanggapi Soal Salah Ketik di UU Cipta Kerja, Pratikno Sebut Hanya Masalah Administrasi
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 November 1939: Mobil Pertama di Dunia yang Dilengkapi AC Dipamerkan
"Kita tidak memenangkannya (perhitungan sementara), kita menang banyak (perhitungan seluruhnya)," tambahnya.
Trump mengklaim unggul di Pennsylvania, tetapi ia juga menyebut masih terlalu dini untuk menentukan pemenang di setiap negara bagian.
"Terus terang, kami memenangkan pemilihan ini," klaimnya dengan nada lembut.
Sebagai informasi, hasil perhitungan sementara, Joe Biden unggul dengan angka 220 dalam Electoral College, sementara Trump berada di angka 213.
Bagi kandidat, butuh minimal 270 untuk memenangkan pemilihan umum.
Sementara masih banyak jutaan surat suara yang masih belum dihitung oleh panitia.
Data Exit Polls
Data exit polls Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 telah diproses oleh panitia.
Hasil perhitungan di seluruh negara bagian di AS ini menjadi penentu siapa yang bakal duduk di kursi Presiden Amerika Serikat.
Gambaran sekilas dari data exit polls menunjukkan ada kenaikan dan penurunan demografis pemilih.