Hari Ini dalam Sejarah 4 November: Arkeolog Howard Carter Menemukan Makam Firaun Tutankhamun

Penemuan makam Tutankhamun yang masih lengkap merupakan salah satu penemuan arkeologi terbesar zaman modern


zoom-inlihat foto
howard-carter-2.jpg
Wikimedia Commons
Howard Carter (duduk di kursi) membuka peti mati Tutankhamun

Penemuan makam Tutankhamun yang masih lengkap merupakan salah satu penemuan arkeologi terbesar zaman modern




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Howard Carter, arkeolog Inggris,  menemukan pintu masuk makam Firaun Mesir Tutankhamun tanggal 4 Novermber 1922.

Makam ini dibuka pada Februari 1923, dan di dalamnya ada ribuan artefak, termasuk peti Tutankhamun yang sepenuhnya terbuat dari emas.

Howard Carter membutuhkan waktu empat tahun untuk menjelajahi empat ruang di dalam makam dan sepuluh tahun untuk mengkatalogkan artefak tersebut. 

Penemuan makam Tutankhamun yang masih lengkap merupakan salah satu penemuan arkeologi terbesar zaman modern.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 November 1939: Mobil Pertama di Dunia yang Dilengkapi AC Dipamerkan

Peti mati emas Tutankhamun
Peti mati emas Tutankhamun (Wikimedia Commons)

  • Tutankhamun menjadi raja #


Tutankhamun lahir sekitar tahun 1341 SM di Mesir Kuno sebagai putra Raja Akhenaton (dikenal juga sebagai Amenhotep IV),.

Ibunya kemungkinan adalah salah satu saudara perempuan Akhenaton.

Ketika Tutankhamun lahir, di Mesir sedang terjadi kekacauan politik dan sosial yang besar.

Ayahnya melarang penyembahan terhadap banyak dewa dan menyarankan hanya menyembah satu dewa (monoteisme) bernama Aten.

Karena hal ini, ayahnya dikenal sebagai “raja yang sesat.” Selain itu, kepemimipinan Akhenaton menjadi semakin otokratik dan rezimnya juga bertambah korup.

Akhenaton akhirnya tidak lagi bertakhta setelah 17 tahun, kemungkinan karena diturunkan paksa.

Tutankhamun dan istrinya
Tutankhamun dan istrinya (Wikimedia Commons)

Tidak lama kemudian, dia meninggal dan digantikan Tutankhamun yang berusia 9 tahun pada 1332 SM.

Karena masih kecil, maka tahun-tahun awal kekuasaannya masih dikendalikan seorang wazir bernama Ay.

Pada waktu itu Ay dibantu komandan militer Mesir bernama Horembeb.

Keduanya menolak saran Akhenaton untuk menyembah satu dewa, dan memilih kembali pada kepercayaan tradisional yang politeistik.

Tutankhamun mengembalikan ibu kota Thebes dan merestorasi pemerintahan lama, berharap dewa-dewa akan kembali mendukung Mesir.

Dia meminta perbaikan situs-situs suci melanjutkan pembangunan kuil Karnak.

Tutankhamun menikahi Ankhesenamun, saudara tirinya dan anak perempuan Akhenaton dengan Nefertiti. Namun, mereka tidak memiliki anak yang lahir dengan selamat. [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 November 1978: Dominica Merdeka Penuh dari Inggris

  • Tutankhamun mangkat #


Berdasarkan penelitian, Tutankhamun meninggal sekitar tahun 1323, kemungkinan karena infeksi ganggren.

Infeksi ini kemungkinan terjadi karena kakinya patah.

Pada awalnya ada teori yang menyebutkan bahwa dia meninggal karena pukulan di kepala dari lawan politiknya,

Namun, pemindaian tubuhnya tahun 2006 menyimpulkan bahwa kerusakan pada tengkoraknya terjadi setelah dia meninggal, karena penanganan yang buruk pada muminya.

Penelitian lain tahun 2020 menyebutkan dia menderita malaria dan menjadi cacat sehingga membutuhkan tongkat untuk berjalan.

Hal ini dapat membuat infeksi di kakinya semakin parah.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 2 November 1988: Morris Worm Dilepaskan, Menginfeksi Ribuan Komputer

  • Makam ditemukan #


Tutankhamun dikubur di makam yang kecil meskipun dia seorang raja.

Kematiannya mungkin terjadi secara tiba-tiba sehingga pembangunan makam kerajaan yang besar pada waktu itu belum selesai.

Oleh karena itu, muminya dikuburkan di makam yang sebernanya akan digunakan orang lain.

Lokasi makamnya kemudian hilang atau tidak diketahui karena terkubur oleh reruntuhan makam selanjutnya dan adanya rumah-rumah pekerja yang dibangun di pintu masuk makam.

Pada tahun 1907 seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter diundang untuk melakukan ekskavasi di Lembah Para Raja.

Setelah pencarian sistematis yang dimulai pada 1915, Carter akhirnya menemukan makam Tutankhamun pada November 1922.

Pada Februari tahun selanjutnya, ruang depan di makam sudah dibersihan, kecuali dua patung pernjaga.

Makam Tutankhamun kemudian dibuka tanggal 17 Februari 1923.

Carter mulai menjelajahi empat ruang di dalam makam ini dan berlangsung selama empat tahun.

Pada 3 Januari 1924 dia menemukan sebuah sarkofagus batu dan berisi tiga peti mati.

Peti terakhir terbuat dari emas sepenuhnya dan berisi mumi Tutankhamun.[5]

Selain itu, ada ribuan artefak yang ditemui di makam tersebut. Cartert membutuhkan sepuluh tahun untuk mengkatalogkan artefak-artefak itu.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Spruce Goose Terbang Perdana dan Terakhir, Pesawat Terbesar pada Masanya

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Howard Carter menemukan makam Tutankhamun
Tanggal 4 November 1922
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved