Mahathir: 'Prancis Salahkan Seluruh Muslim dan Islam atas Perbuatan Satu Orang yang Marah'

Mahathir mengatakan, Prancis salahkan semua Muslim dan agama Islam atas apa yang dilakukan satu orang yang marah, maka Muslim berhak hukum Prancis


zoom-inlihat foto
mahathir007.jpg
AFP VIA GETTY IMAGES
Mantan PM Malaysia, Dr Mahathir Mohammad, mengatakan Prancis menyalahkan seluruh umat Muslim dunia dan agama Islam atas perbuatan satu orang Muslim yang marah. Mahathir juga menuntut Prancis tidak menghina orang lain atas nama kebebasan berekspresi.


Mahathir: 'Muslim Punya Hak Bunuh Orang Prancis atas Pembantaian Masa Lalu'

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dr Mahathir Mohammad, mengatakan Prancis melalui Presidennya Emmanuel Macron, menyalahkan seluruh Muslim di dunia dan agama Islam atas perbuatan satu orang beragama Islam yang marah.

Komentarnya muncul di tengah kemarahan di seluruh dunia Islam terhadap Presiden Emmanuel Macron karena membela karikatur Nabi Muhammad SAW dan bersamaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mantan PM Malaysia itu berkata: "Orang Prancis harus mengajari rakyatnya untuk menghormati perasaan orang lain."

"Boikot tidak dapat mengkompensasi kesalahan yang dilakukan oleh Prancis selama ini."

 Mahathir menulis tweet ini di akun twitter miliknya, Jumat (29/10/2020).

Baca: Negara-negara di Timur Tengah Mulai Boikot Produk Prancis, MUI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Twitter menghapus postingan paling provokatif Mahathir tentang 'membunuh jutaan orang Prancis'. (DAILY MAIL)
Twitter menghapus postingan paling provokatif Mahathir tentang 'membunuh jutaan orang Prancis'. (DAILY MAIL) (DAILY MAIL)

Namun, bukan tweet ini yang membuat Prancis dan Australia bereaksi keras dan murka.

Yang membuat mereka adalah Mahathir menulis bahwa umat Muslim memiliki hak melakukan "pembunuhan" terhadap jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu yang dilakukan Prancis terhadap kaum Muslim.

Baca: Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Kuwait Kosongkan Produk Buatan Prancis di Supermarket

"Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu."

Demikian bunyi tweet Mahathir yang dia posting di akun Twitter miliknya, Jumat (29/10/2020), tapi kemudian dihapus oleh Twitter karena dianggap melanggar kebijakan.

FOTO: Seorang petugas polisi dan anjing pelacak terlihat menggeledah mobil yang diparkir di dekat Basilika Notre-Dame de Nice, setelah insiden serangan teror pelaku yang membawa pisau di Nice pada 29 Oktober 2020.
Seorang petugas polisi dan anjing pelacak terlihat menggeledah mobil yang diparkir di dekat Basilika Notre-Dame de Nice, setelah insiden serangan teror pelaku yang membawa pisau di Nice pada 29 Oktober 2020. (Valery HACHE / AFP)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved