AS Remehkan Sanksi China terhadap Perusahaan AS: Bukan yang Pertama Kalinya

China mengatakan akan memberi hukuman kepada perusahaan AS yang menjual senjata ke Taiwan.


zoom-inlihat foto
wakil-menteri-untuk-urusan-ekonomi-as-keith-crack.jpg
PEI CHEN / POOL / AFP
Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Crack (tengah, di barisan depan dan memakai masker) turun dari pesawat bersama delegasinya di Bandara Sungshan, Taipei, pada 17 September 2020. Kedatangan Crack menandakan keinginan Washington untuk menentang kampanye China terhadap Taiwan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pejabat Amerika Serikat (AS) pada Rabu, (28/10/2020), buka suara mengenai ancaman China terhadap perusahaan AS yang menjual persenjataan ke Taiwan.

Dia meremehkan ancaman itu dan mengatakan Beijing sedang membahayakan stabilitas regional.

Dilansir dari Channel News Asia, China pada Senin, (26/10/2020), mengatakan akan memberikan sanksi kepada Lockheed Martin dan divisi pertahanan Boeing yang terlibat dalam penjualan rudal baru ke Taiwan senilai hampir US$2 miliar.

"Ini bukan pertama kalinya Beijing mengancam memberikan sanksi kepada perusahaan AS," kata Rene Clarke Cooper, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS yang bertugas mengurusi penjualan senjata.

"Sudah pernah ada ancaman dan sudah pernah ada provokasi mengenai hal itu," kata dia kepada wartawan ketika ditanyai mengenai sanksi yang diberikan China.

Pesawat China dalam beberapa bulan terakhir semakin rutin memasuki zona pertahanan udara Taiwan, selain itu ada juga film propaganda yang memperlihatkan simulasi penyerangan.

Baca: Taiwan Berharap Donald Trump Segera Sembuh agar Bisa Terus Melawan Kekejaman Komunis China

Foto yang diambil pada 18 September 2020 dan dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan ini memperlihatkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (ketiga dari kanan, barisan depan) dengan Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Krach (kedua dari kanan, barisan depan), pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Morris Chang, dan para pejabat lainnya di kediaman presiden di Taipei. China pada 18 September mengatakan melakukan latihan militer di dekat Selat Taiwan, ketika diplomat AS tersebut mengunjungi Taiwan. Kunjungan Krach membuat Beijing marah.
Foto yang diambil pada 18 September 2020 dan dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan ini memperlihatkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (ketiga dari kanan, barisan depan) dengan Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Krach (kedua dari kanan, barisan depan), pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Morris Chang, dan para pejabat lainnya di kediaman presiden di Taipei. China pada 18 September mengatakan melakukan latihan militer di dekat Selat Taiwan, ketika diplomat AS tersebut mengunjungi Taiwan. Kunjungan Krach membuat Beijing marah. (TAIWAN PRESIDENTIAL OFFICE / AFP)

"Keamanan Taiwan penting bagi stabilitas di wilayah Indo-Pasifik," kata Cooper.

Cooper mengatakan China sudah lama mengetahui bahwa AS akan terus menjual senjata ke Taiwan.

"Provokasi yang datang dari Beijing - tindakan mengancam, seperti yang orang nilai - di situlah provokator berada, tidak dengan Taiwan yang menjaga pertahanannya sendiri," kata dia.

"Jika ada, kami memastikan bahwa Taiwan tidak diganggu atau dikuasai oleh Beijing," kata dia.

Presiden Taiwan: Latihan militer tunjukkan sifat asli komunis China











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved