Diprovokasi China, Presiden Taiwan: Latihan Militer Tunjukkan Sifat Asli Rezim Komunis China

Presiden Tsai Ing-wen mengecam latihan militer yang dilakukan China di dekat Selat Taiwan.


zoom-inlihat foto
presiden-taiwan-tsai-ing-wen-keith-krach.jpg
TAIWAN PRESIDENTIAL OFFICE / AFP
Foto yang diambil pada 18 September 2020 dan dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan ini memperlihatkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (ketiga dari kanan, barisan depan) dengan Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Krach (kedua dari kanan, barisan depan), pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Morris Chang, dan para pejabat lainnya di kediaman presiden di Taipei. China pada 18 September mengatakan melakukan latihan militer di dekat Selat Taiwan, ketika diplomat AS tersebut mengunjungi Taiwan. Kunjungan Krach membuat Beijing marah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Minggu, (20/9/2020), mengatakan mendekatnya pesawat China selama dua hari menunjukkan bahwa Beijing adalah ancaman di seluruh Taiwan.

Selain itu, Tsai Ing-wen mengatakan peristiwa tersebut telah menunjukkan sifat asli pemerintah China kepada warga Taiwan.

Dilansir dari Reuters, (20/9/2020), beberapa pesawat China terbang melintasi garis tengah Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pada Jumat dan Sabtu lalu.

Taiwan menanggapinya dengan mengerahkan jet untuk mencegat pesawat tersebut.

Pada konferensi pers di Beijing pada Jumat, (18/9/2020, mengenai upaya yang dilakukan China sebagai penjaga keamaan PBB, China mengumumkan latihan tempur di dekat Selat Taiwan dan mengecam apa mereka katakan sebagai kolusi antara Taiwan dan Amerika Serikat (AS).

Latihan militer itu terjadi ketika Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Krach berada di Taipei.

Baca: Protes Kedekatan AS dengan Taiwan, China Gelar Latihan Militer: Mereka yang Main Api Akan Terbakar

Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Crack (tengah, di barisan depan dan memakai masker) turun dari pesawat bersama delegasinya di Bandara Sungshan, Taipei, pada 17 September 2020. Kedatangan Crack menandakan keinginan Washington untuk menentang kampanye China terhadap Taiwan.
Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Crack (tengah, di barisan depan dan memakai masker) turun dari pesawat bersama delegasinya di Bandara Sungshan, Taipei, pada 17 September 2020. Kedatangan Crack menandakan keinginan Washington untuk menentang kampanye China terhadap Taiwan. (PEI CHEN / POOL / AFP)

Kepada wartawan, Tsai mencela latihan militer yang dilakukan China.

"Saya percaya kegiatan ini tidak menolong citra internasional China, dan terlebih lagi membuat warga Taiwan semakin waspada, bahkan lebih memahami sifat asli rezim Komunis China," kata dia.

"Sebagai tambahan, negara-negara lain di wilayah ini juga lebih memahami ancaman yang diberikan China," kata Tsai menambahkan.

"Komunis China harus menahan diri mereka, dan tidak memprovokasi."

Angkatan Udara China pada Sabtu lalu merilis sebuah video yang memperlihatkan pesawat pengebom H-6 berkemampuan nuklir sedang berlatih.

Pesawat itu banyak terlibat dalam "penerbangan" China di Taiwan.

Baca: Taiwan Meminta Dukungan Internasional untuk Melawan Ancaman China

Satu montase memperlihatkan simulasi serangan H-6 terhadap sebuah pangkalan udara.

Dilihat dari letak landasan pacu, pangkalan udara itu tampak seperti pangkalan udara AS utama di Guam.

Ketika ditanyai mengenai rekaman tersebut dan keputusan China untuk merilisnya ketika Krach berada di Taiwan, Tsai mengatakan aktivitas China baru-baru ini bukan sekadar ancaman kepada Taiwan saja, tetapi lebih meluas.

"Keberadaan China benar-benar agresif dan akan membawa ancaman yang jelas."

Baca: Memanas, China Kirim Dua Pesawat Tempur ke Wilayah Taiwan Jelang Kunjungan Diplomat AS ke Taipei

Taiwan Meminta Dukungan Internasional untuk Melawan Ancaman China

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, meminta masyarakat dunia membantu negaranya melawan ancaman militer China yang semakin meningkat.

Seruan ini muncul sebelum Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi Amerika Serikat (AS), Keith Krach, datang ke Taiwan pada Kamis, (17/9/2020).

Dilansir dari The Guardian, (17/9/2020), Keith Krach dan delegasi AS akan mengunjungi Taiwan selama dua hari.

Di sisi lain, pada Rabu, (16/9/2020), media pemerintah China Global Times mengatakan Taiwan sedang "menghancurkan kemampuan manuver strategisnya dengan berada di sisi AS sepenuhnya".

Menurut media tersebut, tindakan Taiwan meningkatkan risiko konflik militer.





Halaman
123
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved