Divonis Seumur Hidup dan Ganti Uang Rp 6 Triliun atas Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Ajukan Banding

Dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan bayar uang pengganti Rp 6 Triliun, Benny Tjokro ajukan banding terkait vonis hakim atas dirinya.


zoom-inlihat foto
benny-tjokrooo.jpg
KONTAN/Fransiskus Simbolon
Benny Tjokrosaputro


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Benny Tjokrosaputro divonis hukuman seumur hidup oleh hakim atas kasus Jiwasraya.

Sebelumnya, ia ditetapkan berstatus terdakwa dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Direktur Utama PT Hanson International Tbk tersebut kemudian ajukan banding karena tak terima dengan putusan hakim.

Mendengar putusan tersebut, kuasa hukum Benny, Bob Hasan, angkat bicara.

Dirinya menilai putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tak berdasar.

"Pernyataan banding sudah kami ajukan," kata Bob saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020).

Bob turut mempermasalahkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun yang dibebankan kepada Benny dan lima terdakwa lain dalam kasus Jiwasraya.

"Total kerugian negara yang dibebankan kepada Benny Tjokro itu bertentangan dengan asas kepastian hukum. Kalau pun dibebankan kita akan melakukan perlawanan yang berbeda ketika hitungannya pasti," ujarnya.

Baca: Surat Edaran Sudah Diteken Menaker, Upah Minimum 2021 Tidak Akan Mengalami Kenaikan

Baca: Menaker Beri Surat Edaran ke Para Gubernur, Sebut Upah Mininum Tahun 2021 Tak Akan Naik

Bob juga menilai tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Benny semestinya tidak terbukti.

"TPPU juga terkait dengan pidana pokok soal korupsinya. Kalau tipikornya tidak pasti, ya apalagi TPPU-nya," kata Bob.

Padahal sebelumnya, majelis hakim menyatakan Benny Tjokro terbukti secara sah dan meyakinkan bersama sejumlah pihak lain bersalah telah melakukan korupsi.

Tak hanya itu, majelis Hakim juga menyatakan Benny Tjokro telah melakukan TPPU.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang," kata Ketua Majelis Hakim Rosmina saat membacakan amar putusan terhadap Benny Tjokro di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/10/2020) malam.

Tak hanya pidana penjara seumur hidup, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Benny Tjokro berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp6.078.500.000.000.

"Jaksa akan menyita harta benda Benny Tjokro dan melelangnya untuk menutupi uang pengganti jika dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap Benny Tjokro belum juga membayar uang pengganti," kata Hakim Rosmina.

Hukuman terhadap Benny sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung Agung.

Dalam menjatuhkan hukuman tersebut, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal.

Ilustrasi Jiwasraya(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Ilustrasi Jiwasraya(KONTAN/Cheppy A. Muchlis) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menilai perbuatan Benny Tjokro merupakan tindak pidana korupsi secara terorganisir dengan baik sehingga sulit untuk diungkap.

Selain itu, Benny Tjokro menggunakan pihak lain dalam jumlah banyak dan nominee.

"Bahkan terdakwa menggunakan KTP palsu untuk menjadikan nominee," kata Hakim Rosmina.





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved