Ribuan Demonstran Padati Ibukota Berlin, Protes Aturan Pembatasan Covid-19 di Jerman

Kepolisian Berlin melaporkan pihaknya mengerahkan 600 anggota untuk membubarkan massa yang dinilai dapat semakin menularkan virus.


zoom-inlihat foto
polisi-dan-demonstrasi-di-jerman-34.jpg
Paul Zinken / dpa / AFP
FOTO: Sejumlah petugas polisi menjaga barisan demonstrasi yang menentang kebijakan pembatasan Covid-19 di Berlin, 25 Oktober 2020


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekitar 2000 orang demonstran berkumpul di Alexanderplatz, Berlin memprotes aturan pembatasan Covid-19.

Kepolisian Berlin melaporkan pihaknya mengerahkan 600 anggota untuk membubarkan massa yang dinilai dapat semakin menularkan virus.

"Banyak peserta demonstran yang tidak memperhatikan protokol jaga jarak dan memakai masker," lapor Kepolisian Jerman melalui akun Twitter.

Sementara itu di jalanan, sejumlah balon berbentuk hati merah muda terlihat di antara pengunjuk rasa.

Spanduk dan tulisan protes juga banyak di barisan massa.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 26 Oktober 1977: Kasus Cacar Terakhir di Dunia yang Muncul secara Alami

FOTO: Ribuan warga Jerman ikut unjuk rasa menentang pembatasan virus corona Covid-19 di Alexanderplatz, Berlin pada 25 Oktober 2020.
FOTO: Ribuan warga Jerman ikut unjuk rasa menentang pembatasan virus corona Covid-19 di Alexanderplatz, Berlin pada 25 Oktober 2020. (Paul Zinken / dpa / AFP)

Baca: Lupa Bawa SIM Saat Kena Razia, Bolehkah Ambil di Rumah? Ini Kata Polisi

"Kami di sini, dan kami keras menyuarakan bahwa kebebasan kami dirampok ... Kami adalah rakyat", terdengar suara pendemo meneriakkan tuntutan, dilansir Deutsche Welle, Minggu (25/10/2020).

Sejumlah lansia dan anak juga terlihat berada di kerumunan, lapor kantor berita DPA.

Siap Geruduk Konferensi Kesehatan

Para pengunjuk rasa dilaporkan sempat akan melakukan long-march ke lokasi diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi Kesehatan.

Massa berkumpul di Karl-Marx-Alee, sebuah pusat perbelanjaan yang berjarak 2,7 kilometer dari tempat acara.

Baca: Partai Oposisi Terbesar di Thailand Minta Perdana Menteri Prayuth Mundur

FOTO: Sejumlah petugas polisi menjaga barisan demonstrasi yang menentang kebijakan pembatasan Covid-19 di Berlin, 25 Oktober 2020
FOTO: Sejumlah petugas polisi menjaga barisan demonstrasi yang menentang kebijakan pembatasan Covid-19 di Berlin, 25 Oktober 2020 (Paul Zinken / dpa / AFP)

Baca: Dijamin Berhasil, Ini 3 Fitur WhatsApp yang Bisa Bantu Kamu Cepat Move On dari Mantan

Namun, mengantisipasi infeksi virus, konferensi dipindah menjadi virtual tatap muka.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, sejumlah anggota Robert Koch Institute dan otoritas kesehatan dijadwalkan berbicara dalam konferensi tersebut.

Meski konferensi diganti secara virtual, pengunjuk rasa tetap berkumpul di titik yang disepakati.

Terlihat masih banyak pendemo yang tidak mentaati protokol kesehatan, termasuk memakai masker.

Sebagian besar pendemo mengenakan pakaian hitam dan berteriak "Nazi Out".

Baca: Pelaku UMKM Tetap Bisa Mendaftar BLT Rp2,4 Juta meski Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP

Baca: Gelombang Kedua Covid-19, PM Spanyol Umumkan Negaranya dalam Kondisi Darurat

Sebagai informasi, banyak terjadi aksi massa di Berlin dalam satu bulan terakhir ini.

Total yang ikut aksi massa mencapai 30.000 orang.

Sebagai informasi, lebih dari 25.000 kasus dengan 250 kematian terkait Covid-19 dilaporkan di Berlin sejak dimulainya pandemi.

Berlin saat ini memiliki tingkat infeksi tertinggi di antara 16 negara bagian di Jerman dengan rata-rata 119,2 kasus per 100.000 penduduk selama tujuh hari terakhir.

Jerman, seperti negara-negara di Eropa lainnya, sedang mengalami kenaikan kasus belakangan ini.

Baca: 7 Kota di Indonesia Ini Punya Rancangan Arsitektur yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Baca: Adele Jadi Sorotan di SNL, Buat Lelucon tentang Berat Badannya hingga Bahas Album Terbaru

Negara tersebut melaporkan masuknya 10.000 kasus baru dalam 3-5 hari terakhir.

Pada Minggu (25/10), tercatat masuk 11.176 kasus baru.

Secara keseluruhan, angka infeksi Covid-19 di Jerman mencapai 429.181 dengan 10.032 kasus kematian, sejak pandemi dimulai.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved