Partai Oposisi Terbesar di Thailand Minta Perdana Menteri Prayuth Mundur

Permintaan ini diajukan dalam sebuah sesi pertemuan khusus membahas protes massa yang sudah berlangsung lama.


zoom-inlihat foto
demonstrasi-di-thailand-122.jpg
Mladen ANTONOV / AFP
FOTO: Seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi (tengah) mengibarkan bendera pelangi di antara kerumunan besar selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 25 Oktober 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai oposisi terbesar di Thailand meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengundurkan diri dari pemerintahan.

Permintaan ini diajukan dalam sebuah sesi pertemuan khusus membahas protes massa yang sudah berlangsung lama.

Seperti diketahui, demonstrasi di Thailand pada awalnya menuntut pengunduran diri Prayuth dan perubahan kabinet.

Seiring perjalanan waktu, aksi massa mengarah pada tuntutan mengubah konstitusi monarki dan menyerukan reformasi.

Mereka meminta agar ada pembatasan atas kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn.

Baca: Gelombang Kedua Covid-19, PM Spanyol Umumkan Negaranya dalam Kondisi Darurat

Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Baca: Seorang Warga Bacok Anggota DPRD Jeneponto yang Sedang Melerai Keributan karena Suara Knalpot Bising

"Perdana menteri adalah hambatan sekaligus beban negara. Mohon mundurlah dan semuanya akan berakhir dengan baik," kata Sompong Amornvivat, pemimpin partai oposisi Pheu Thai, yang punya massa besar di parlemen.

Prayuth yang sempat mengadakan pertemuan parlemen untuk memberlakukan kondisi darurat justru berakhir dengan kemarahan puluhan ribu warga yang menggelar aksi di jalanan Kota Bangkok.

"Saya yakin hari ini, terlepas dari perbedaan pandangan politik, semua orang masih mencintai negara ini," kata Prayuth dalam pidato pembukaannya.

Namun demikian, kelompok oposisi dan sejumlah pemimpin demonstrasi mengaku ragu bahwa krisis bisa diselesaikan hanya melalui parlemen.

Sebagai informasi, Prayuth mendapatkan kursi kekuasaannya pada 2014 setelah menggulingkan PM dari partai Pheu Thai, Yingluck Shinawatra, saudara perempuan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Baca: Lupa Bawa SIM Saat Kena Razia, Bolehkah Ambil di Rumah? Ini Kata Polisi

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida dengan muka ramah menyapa pendukung pro-monarki setelah upacara Buddha untuk mendiang raja Chulalongkorn di Bangkok pada 23 Oktober 2020.
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida dengan muka ramah menyapa pendukung pro-monarki setelah upacara Buddha untuk mendiang raja Chulalongkorn di Bangkok pada 23 Oktober 2020. (Jack TAYLOR / AFP)

Baca: 7 Kota di Indonesia Ini Punya Rancangan Arsitektur yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved