Erupsi Merapi Semakin Dekat, BPPTKG Sebut Letusan Tak Akan Sebesar 2010, Ini Penjelasannya

Saat ini, setiap hari terjadi enam kali gempa gempa dangkal di kawasan Merapi, 23 kali gempa dangkal, dan deformasi sebesar 2 sentimeter


zoom-inlihat foto
merapia.jpg
www.niagawisata.com/sonydsc
Gunung Merapi, difoto dari Kaliurang.


Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada 1872.

"Erupsi besar 2010 memberikan pembelajaran berarti dalam pengelolaan kebencanaan gunung api baik itu peringatan dini, penyampaian informasi, dan lainnya," ujarnya.

Hanik juga menyatakan, kini ada tantangan mitigasi bencana karena adanya pandemi Covid-19.

Karena itu, dia berharap ada kesinambungan informasi dari pemangku kepentingan ke masyarakat.

"Data harus selalu ada secara kontinyu, informasi harus tetap sampai pada pemangku kepentingan maupun masyarakat. Kalau sampai terjadi krisis bagaimana cara menanggulangi, dan harus dilakukan secara komprehensif," sebut Hanik.

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan ada peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Merapi dalam sepekan terakhir.

Tercatat, sejak 16 Oktober 2020 hingga 22 Oktober 2020 ada 167 kali gempa hembusan, 63 kali gempa vulkanik dangkal, 433 kali gempa fase banyak, 23 kali gempa frekuensi rendah, 170 kali gempa guguran, dan 16 kali gempa tektonik.

Sedangkan sejak 9 Oktober 2020 hingga 15 Oktober 2020 terjadi 56 kali gempa hembusan, 41 kali gempa vulkanik dangkal, 319 kali gempa fase banyak, lima kali gempa frekuensi rendah, 67 kali gempa guguran, dan 10 kali gempa tektonik.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 16 Oktober - 22 Oktober 2020, Sabtu (24/10/2020).

Gunung Merapi
Gunung Merapi (Kompas.com)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved