Bertarung dengan Dollar AS, China Tingkatkan Fleksibilitas Mata Uang Yuan

Melalui Gubernur Bank Sentral, Yi Gang, China akan mencabut pembatasan penggunaan Yuan di luar negaranya.


zoom-inlihat foto
mata-uang-yuan-34.jpg
Unsplash - Eric Prouzet @eprouzet
China berencana menambah skema investasi ke luar dengan memenuhi kebutuhan investor dalam negeri agar dapat mengalokasikan asetnya secara global, FOTO: Mata uang Yuan


Kondisi ekonomi China

Sementara data ekonomi hari Senin menunjukkan pemulihan ekonomi meluas di China - dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga dipercepat menjadi 4,9 persen dari 3,2 persen di kuartal kedua - pemulihan masih condong ke produksi, bukan konsumsi.

Belanja konsumen per kapita turun 6,6 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini menjadi 14.923 yuan atau senilai 2.224 USD, menurut badan statistik China.

Belanja konsumen untuk makanan dan perumahan meningkat antara Januari dan September, tetapi pengeluaran untuk pendidikan dan hiburan turun 27,7 persen pada periode yang sama, kata badan statistik tersebut.

Baca: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Kini China Dihadapkan dengan Norovirus Ditandai dengan Diare dan Muntah

Meskipun proses pemulihan China dari virus corona lebih kuat daripada negara-negara seperti Amerika Serikat dan India, ada ketidakkonsistenan dalam data resmi yang menimbulkan keraguan tentang keandalannya.

Misalnya, biro statistik mengatakan pada hari Senin bahwa investasi aset tetap nasional (FAI) naik 0,8 persen YoY menjadi 4,37 triliun yuan dalam sembilan bulan pertama.

Tetapi badan tersebut mengatakan tahun lalu bahwa FAI mencapai 4,6 triliun yuan dalam sembilan bulan pertama tahun 2019.

Badan tersebut mengatakan dalam catatan kaki pihaknya telah merevisi data FAI setelah sensus ekonomi pada November 2019.

"Kami mendapat pertumbuhan 0,8 persen berdasarkan data yang direvisi dan basis yang sepenuhnya dapat dibandingkan," kata juru bicara biro statistik melalui telepon.

Baca: 39 Negara Protes Perlakuan China terhadap Muslim Uighur, Kuba dan 45 Negara Lain Bela China

Derek Scissors, kepala ekonom China Beige Book yang berbasis di New York, mengatakan jika nilai absolut FAI benar untuk tiga kuartal pertama, maka investasi dan penjualan ritel menyusut secara nyata pada kuartal ketiga tahun ke tahun.

"Perubahan PDB akan mendekati penurunan 5 persen, tidak tumbuh 5 persen."

Bagaimanapun, pemulihan ekonomi China dari virus korona tampak jauh dari benak banyak pengunjuk rasa yang menyikut penjaga keamanan di Jalan Guanghua pada hari Senin.

Setidaknya satu orang diseret ke mobil polisi selama protes, tetapi kemudian dibebaskan, dan banyak polisi tetap di tempat pada sore hari.

“Kami hanya ingin menarik perhatian pemerintah dan mendapatkan uang kami kembali!” kata seorang pengunjuk rasa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved