TRIBUNNEWSWIKI.COM - Otoritas Kesehatan China baru-baru ini menyampaikan adanya kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi karena norovirus.
Sebetulnya, norovirus bukanlah virus baru.
Norovirus disebut-sebut sebagai penyebab utama terjadinya infeksi usus akut (gastroenteritis) di dunia.
Dari informasi yang didapat dari Center of Disease Control and Prevention, China melaporkan adanya 30 KLB akibat norovirus sejak September 2020.
Terdapat 1.500 kasus yang ditularkan melalui kantin, karena ada makanan yang tercemar.
Lalu, apa sebetulnya norovirus itu?
Norovirus biasa disebut juga sebagai 'flu perut' yang menyerang sistem pencernaan.
Norovirus bisa dengan mudah menyebar melalui kontak dengan penderita, melalui makanan yang terkontaminasi, air maupun permukaan.
Baca: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Kini China Dihadapkan dengan Norovirus Ditandai dengan Diare dan Muntah
Baca: Ilmuwan Hong Kong Sebut Obat Maag, RBC, Bisa Melawan Virus Corona
1. Gejala
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa norovirus menyebabkan radang lambung atau usus.
Seseorang cenderung mengalami gejala antara 12 hingga 48 jam setelah terpapar virus.
Gejala norovirus termasuk diare, muntah, mual dan sakit perut.
Beberapa orang juga mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri badan.
Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi.
Tanda-tanda seseorang yang dehidrasi yaitu mulut dan tenggorokan kering.
Tanda-tanda dehidrasi lainnya yaitu merasa pusing saat berdiri dan penurunan buang air kecil.
2. Penyebaran norovirus
Seseorang yang terinfeksi norovirus dapat melepaskan miliaran partikel norovirus mikroskopis.
Orang yang terinfeksi paling mudah menulari orang lain saat menunjukkan gejala virus atau beberapa hari setelah pemulihan.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa Anda masih dapat menyebarkan norovirus selama dua minggu, atau lebih, setelah Anda merasa lebih baik," tambah CDC.