Ilmuwan Hong Kong Sebut Obat Maag, RBC, Bisa Melawan Virus Corona

Peneliti mengatakan ranitidine bismuth citrate (RBC) adalah agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur


zoom-inlihat foto
molekul-ranitidine-bismuth-citrate.jpg
Wikimedia Commons/Samuele Madini
Molekul ranitidine bismuth citrate (RBC). Peneliti Hong Kong mengatakan RBC dapat melawan infeksi virus corona baru.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ilmuwan Hong Kong pada Senin, (12/10/2020), mengatakan sebuah obat antimikrobial yang digunakan untuk mengatasi maag dan infeksi bakteri bisa melawan virus corona ketika diuji coba pada hewan.

Peneliti mulai menyelidiki apakah metallodrugs (senyawa mengandung logam yang lebih umum digunakan untuk menangani bakteri) juga memiliki sifat antivirus yang bisa melawan SARS-CoV-2 atau virus corona baru.

Menggunakan hamster Suriah (golden hamster) sebagai subjek tes, mereka menemukan bahwa salah satu dari obat tersebut, ranitidine bismuth citrate (RBC), adalah agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur.

"RBC mampu menurunkan jumlah virus di paru-paru hamster yang terinfeksi sampai 10 kali lipat," kata peneliti Universitas Hong Kong, Runming Wang, kepada wartawan, Senin (12/10/2020), saat tim itu menyajikan hasil penelitan mereka.

"Temuan kita menunjukkan bahwa RBC adalah agen antivirus yang potensial untuk Covid-19," katanya.

Baca: Kalbe Farma Siap Pasarkan Obat Remdesivir Atasi Covid-19 di Indonesia, Harga Rp3 Juta per Botol

Saat ini virus corona sudah menewaskan lebih dari 1 juta orang sejak virus itu muncul pertama kali di China pada Desember tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia.

Para ilmuwan tidak hanya berjuang menemukan vaksin, tetapi juga menyelidiki obat-obatan di pasaran yang mungkin bisa meringankan gejala Covid-19 atau membantu tubuh melawan infeksi.

Remdesivir dan dexamethasone telah diuji coba dan menunjukkan keberhasilan dalam melawan virus corona.

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19.
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. (Tribun Palu)

Kedua obat itu juga digunakan para dokter untuk mengobati Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terjangkit Covid-19.

Meski demikian, remdesivir dan dexamethasone juga memiliki kekurangan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved