Berduka Pasca-Insiden Teror, Emmanuel Macron: Kita Harus Berdiri Bersama sebagai Warga Negara

Pria 42 tahun ini menyebut bahwa apa yang dilakukan korban merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.


zoom-inlihat foto
presiden-prancis-emmanuel-macron-686543.jpg
ABDULMONAM EASSA / POOL / AFP
FOTO: Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer, berbicara di depan sebuah sekolah menengah di Conflans Saint-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 16 Oktober 2020, setelah seorang guru dipenggal oleh penyerang gegara membawa karikatur Nabi Muhammad


Pria 42 tahun ini menyebut bahwa apa yang dilakukan korban merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron angkat bicara menyusul akan diadakannya aksi solidaritas mengenang guru sejarah yang tewas dibunuh setelah membawa karikatur Nabi Muhammad di kelasnya, di College du Bois d'Aulne, di kota Conflans-Sainte-Honorine, Paris, Prancis.

Macron menyebut serangan tersebut adalah ciri serangan terosis ISIS.

Pria 42 tahun ini menyebut bahwa apa yang dilakukan korban merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.

Seperti diketahui, penghormatan untuk korban akan digelar pada Rabu depan (21/10/2020), mengutip BBC, Minggu (18/10/2020).

Korban bernama Samuel Patty (47) dipenggal kepalanya oleh pelaku lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad.

Diwartakan sebelumnya oleh TribunnewsWiki.com, setelah kejadian, Macron sempat mengunjungi sekolah tersebut dan berbicara dengan para guru.

"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajar. Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara,” kata Macron, sebagaimana dikutip dari United Press International.

Baca: Prancis Gelar Aksi Solidaritas Pasca-tewasnya Guru Sejarah yang Bawa Karikatur Nabi Muhammad

ILUSTRASI - Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenakan masker, mengunjungi laboratorium pengembangan industri di pabrik vaksin pembuat obat Sanofi Pasteur di Marcy-l'Etoile, dekat Lyon, pada 16 Juni 2020.
ILUSTRASI - Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenakan masker, mengunjungi laboratorium pengembangan industri di pabrik vaksin pembuat obat Sanofi Pasteur di Marcy-l'Etoile, dekat Lyon, pada 16 Juni 2020. (GONZALO FUENTES / POOL / AFP)

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Senin 19 Oktober 2020: Waspada Cuaca Esktrem di Banjarmasin dan Bandung

Pelaku telah ditembak mati polisi menyusul penangkapannya.

Aksi Damai

Aksi damai akan digelar di Prancis untuk menyerukan hak kebebasan berbicara setelah insiden pembunuhan terhadap seorang guru.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved