Prancis Gelar Aksi Solidaritas Pasca-tewasnya Guru Sejarah yang Bawa Karikatur Nabi Muhammad

Pelaku merupakan pengungsi asal Chechnya kelahiran Moskow berusia 18 tahun yang telah ditembak mati polisi.


zoom-inlihat foto
aksi-damai-di-prancis-atas-meninggalnya-guru-sejarah-34.jpg
BERTRAND GUAY / AFP
FOTO: Sebuah foto menunjukkan karangan bunga dan poster bertuliskan 'Saya Samuel' di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 17 Oktober 2020, pasca-tewasnya seorang guru lantaran membawa karikatur Nabi Muhamamad di kelasnya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi damai akan digelar di Prancis untuk menyerukan hak kebebasan berbicara setelah insiden pembunuhan terhadap seorang guru.

Kegiatan ini turut memberi penghormatan kepada seorang guru sejarah Prancis yang dibunuh oleh seorang pria lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad di kelasnya di College du Bois d'Aulne, di kota Conflans-Sainte-Honorine, Paris, Prancis.

Korban Samuel Patty tewas dengan luka penggal di kepala.

Pelaku merupakan pengungsi asal Chechnya kelahiran Moskow berusia 18 tahun yang telah ditembak mati polisi.

Demonstrasi ini diproyeksikan akan memenuhi jalanan Paris dan kota-kota besar lainnya termasuk Lyon, Toulouse, Strasbourg, Nantes, Marseille, Lille, dan Bordeaux, pada Minggu sore, (18/10/2020).

Baca: Menang Derby Della Madonnina dan 4 Kemenangan Beruntun: AC Milan Rasakan Puncak Klasemen Liga Italia

FOTO: Seorang wanita melihat karangan bunga di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 17 Oktober 2020, setelah tewasnya seorang guru dipenggal oleh penyerang lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad
FOTO: Seorang wanita melihat karangan bunga di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 17 Oktober 2020, setelah tewasnya seorang guru dipenggal oleh penyerang lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad (BERTRAND GUAY / AFP)

Baca: 4 Drama Korea Bertema Sains tentang Perjalanan Waktu dan Dunia Paralel, Pecinta Drakor Wajib Nonton!

Para pemimpin politik dan organisasi serikat pekerja akan hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, kasus pembunuhan ini sedang dalam tahap penyelidikan.

Otoritas yang berwenang mengatakan telah menahan terduga pelaku lainnya setelah insiden tersebut.

Jaksa anti-teror Prancis, Jean Francois Ricard mengatakan aparat telah membuka kasus ini yang diduga sebagai serangan terorisme.

Setidaknya empat orang yang diamankan merupakan kerabat terdekat dari pelaku penyerangan.

Baca: Telanjur Sampai Tenggorokan, Gadis Ini Mual Tahu Ada Puluhan Belatung di Pizza yang Dikunyahnya

FOTO: Orang-orang berdiri di depan bunga dan lilin di samping plakat bertuliskan 'Saya seorang guru, saya Samuel' di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 17 Oktober 2020, setelah seorang guru dipenggal lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad dalam kelasnya.
FOTO: Orang-orang berdiri di depan bunga dan lilin di samping plakat bertuliskan 'Saya seorang guru, saya Samuel' di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, 30 km barat laut Paris, pada 17 Oktober 2020, setelah seorang guru dipenggal lantaran membawa karikatur Nabi Muhammad dalam kelasnya. (BERTRAND GUAY / AFP)

Baca: Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Vietnam; 64 Warga Tewas, 12 Tentara Hilang

Diketahui mereka mendapat izin tinggal di Prancis selama 10 tahun yang berstatus sebagai pengungsi.

Saat ditangkap, ditemukan pisau dan airsoftgun dengan peluru plastik.

Ricard menyampaikan bahwa seorang saudara tiri dari pelaku merupakan anggota kelompok ISIS di Suriah.

Namun saat ditanya keberadaan, Ricard tidak menyebutkan nama dan lokasinya, kepada Associated Press, Minggu (18/10/2020).

Di tempat terpisah, Jaksa menyebut ada bukti teks disertai foto korban di ponsel pelaku yang mengarah pada pembunuhan tersebut.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Senin 19 Oktober 2020: Waspada Cuaca Esktrem di Banjarmasin dan Bandung

Baca: 10 Rekomendasi Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan, Bisa Dapat MPV atau SUV Nih

Jaksa membenarkan bahwa akun Twitter dengan nama Abdoulakh A merupakan milik pelaku.

Diketahui pelaku memposting kepala korban beberapa menit setelah serangan tersebut dengan menyebut: 'Saya telah mengeksekusi salah satu anjing dari neraka yang berani menghina Nabi Muhammad"

Sampai berita ini diturunkan, serangan ini memicu sejumlah kecaman global.

Presiden AS Donald Trump sempat membahas insiden ini dalam rapatnya di Janesville, Wisconsin.

"Atas nama Amerika Serikat, saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus kepada seorang teman saya, Presiden Emmanuel Macron dari Prancis, di mana kemarin baru saja mengalami insiden serangan terorisme ISIS yang keji -memenggal kepala guru yang tidak bersalah di dekat Paris," kata Trump.

Baca: 10 Rekomendasi Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan, Bisa Dapat MPV atau SUV Nih

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 19 Oktober 2020: Gemini Banyak Masalah, Libra Hati-hati Berucap

"Prancis sedang mengalami masa-masa sulitnya, dan Macron bisa mengatasinya," tutupnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved