Mengenal La Nina yang Berdampak pada Anomali Cuaca hingga Potensi Bencana

La Nina menyebabkan meningkatnya curah hujan. Sedangkan El Nino justru sebaliknya, curah hujan akan berkurang.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-cuaca-akibat-la-nina-hujan-deras.jpg
The Straits Times
Ilustrasi cuaca akibat La Nina


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BNKG) mengingatkan masyarakat adanya fenomena La Nina.

Fenomena ini dalam berdampak pada anomaly cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi.

Lalu apa sebenarnya yang dimksud dengan La Nina?

"La Nina itu sederhananya lawan atau kontradiksi dari El Nino," ungkap Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (3/10/2020).

"Secara umum kita sebut El Nino-Southern Oscillation (ENSO)," imbuh Indra.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 6 Oktober 2020: Waspada Cuaca Buruk di Tarakan, Palembang dan Medan

Baca: Hujan Es Sebesar Kelereng Berlangsung 15 Menit Hebohkan Warga Bogor, Sempat Dikira Lemparan Batu

ILUSTRASI - Turun Hujan Deras hingga Disertai Petir
ILUSTRASI - Turun Hujan Deras hingga Disertai Petir (TribunJogja/Ist)

Indra menyebut, ENSO adalah fenomena global dan tidak hanya Indonesia yang merasakan dampaknya.

"Jadi itu adalah hasil dari interaksi laut dan atmosfer, tidak hanya cuacanya," ujar Indra.

Dia mengatakan, untuk mengenali fenomena bail El Nino maupun La Nina, digunakan animali suhi permukaan laut di wilayah ekuator pasifik tengah yang letaknya di sebelah timur Indonesia.

"Jika anomali suhu di perairan tersebut minus di bawah -0,5 derajat celcius, disebut La Nina. Kalau positif di atas +0,5 derajat celcius disebut El Nino," ungkapnya.

Ilustrasi cuaca akibat La Nina
Ilustrasi cuaca akibat La Nina (The Straits Times)

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Selasa (6/10/2020), Enlighting Parenting

Baca: Gangguan Dismorfik Tubuh

Perbedaan El Nino dan La Nina

Indra menyebut fenomena ini berpengaruh pada siklus udara.

La Nina menyebabkan meningkatnya curah hujan.

Sedangkan El Nino justru sebaliknya, curah hujan akan berkurang.

"Pada saat La Nina konsentrasi pertumbuhan awan dan hujan bergeser ke Indonesia dan sekitarnya, yang menyebabkan meningkatnya curah hujan," ungkap Indra.

"Sebaliknya kalau El Nino pusat konsentrasi pertumbuhan awan dan hujan bergeser ke timur, sehingga hujan di daerah kita berkurang," imbuhnya.

Secara sederhana, Indra menyebut, fenomena La Nina meningkatkan curah hujan di Indonesia.

Sedangkan El Nino dapat mengurangi curah hujan di Indonesia.

"Namun perlu dilihat luas wilayah Indonesia sangat besar, sehingga pengaruh La Nina akan berbeda-beda di masing-masing daerah," ungkapnya.

Baca: Waspada Jateng dan Jabar Berpotensi Hujan Lebat Pekan Ini, Berikut Daftar Wilayah Lengkap dari BMKG

Baca: BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)

Perkiraan La Nina terjadi

Menurut rilis BMKG akhir September 2020. Pemantauan terhadap anomaly iklim globat di Samudera Pasifik Ekuator menunjukan iklim La Nina sedang berkembang.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved