Indeks ENSO menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir.
Nilai anomali telah melewati angka -0.5 derajat celcius, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.
Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6 derajat celcius pada bulan Agustus, dan -0.9 derajat celcius pada bulan September 2020.
BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020.
Diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.
Catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya.
Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia.
(Tribunnewswiki.com/Tribunnews.com/Gilang)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengertian La Nina, Apa Bedanya dengan El Nino? BMKG Berikan Penjelasan