Ketum Partai Demokrat AHY Sebut UU Cipta Kerja Jauh dari Prinsip Keadilan Sosial

AHY pun mengucapkan permintaan maaf lantaran Demokrat kalah suara dalam pertarungan terkait pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang.


zoom-inlihat foto
ketua-umum-partai-demokrat-agus-harimurti-yudhoyono-3453.jpg
Kolase Foto Irwan Rismawan dan Alex Suban
FOTO: (Kiri) Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (foto tahun 2016) dan Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Marwan Cik Hasan menyerahkan berkas pendapat akhir Fraksi Demokrat kepada Ketua DPR Puan Maharani saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat menegaskan partainya menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Rapat Paripurna, Senin (5/10/2020).

UU Cipta Kerja menurut AHY memiliki dampak berbahaya bagi sistem perekonomian di Tanah Air.

Terlebih, AHY menilai Omnibus Law jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial.

Pria 42 tahun itu juga mengatakan bahwa pengesahan UU Cipta Kerja ini cenderung dipaksakan.

Menurutnya masih banyak pasal yang dapat merugikan kelompok buruh.

Baca: Deretan Pasal dalam Bab Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja yang Menuai Kontroversi

Agus Harimurti Yudhoyono.
Agus Harimurti Yudhoyono. (Warta Kota/Alex Suban)

Baca: Kontrol Diabetes dengan Minum Air Rebusan Seledri dan Lemon Setiap Pagi, Ini Resepnya

"Nampak sekali bahwa ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu kapitalistik dan neoliberalistik," kata AHY dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

"Tentu, menjadi jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial. Alih-alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, UU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya," lanjut dia.

Dikutip dari Kompas.com, AHY pun mengucapkan permintaan maaf lantaran Demokrat kalah suara dalam pertarungan terkait pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang.

"Saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat.

Insya Allah kita terus memperjuangkan harapan rakyat," ujar dia.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved