9 Kota/Kabupaten di Daerah Pantai Selatan Jawa Ini Disebut Akan Terdampak Potensi Tsunami 20 Meter

Bambang Soesatyo meminta warga untuk waspada terhadap potensi tsunami setinggi 20 meter yang akan terdampak pada 9 kota/kabupaten.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bencana-tsunami.jpg
Elitereaders.com
Ilustrasi bencana tsunami - Sembilan kabupaten/kota ini disebut terdampak potensi tsunami 20 meter yang terjang Pantai Selatan Jawa.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ramai diperbincangan soal potensi tsunami 20 meter yang dikabarkan akan menerjang Pantai Selatan Jawa.

Hal ini membuat sejumlah daerah mulai mengantisipasi terkait kabar potensi tsunami 20 meter tersebut.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pun meminta semua pemerintah daerah di jalur Pantai Selatan Jawa untuk waspada terhadap potensi tsunami 20 meter.

Langkah awal mitigasi bencana ialah menerapkan intensitas komunikasi dengan warga yang berpotensi terdampak.

Bambang Soestyo terus meminta Pemda bersama wawrga setempat di wilayah yang berpotensi untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi di musim hujan ini, membuat pemerintah daerah harus terus antisipatif.

"Semua pemerintah daerah memang harus antisipatif karena kita sudah memasuki musim hujan. Curah hujan yang tinggi sering menimbulkan masalah.

Dan, karena ada prediksi tentang potensi tsunami di Pantai Selatan Jawa, saya mendorong semua pemerintah daerah bersama warga setempat di wilayah itu untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Saya mengapresiasi inisiatif simulasi penanggulangan bencana tsunami yang telah dilakukan Pemda dan BPBD Jawa Timur pada 9 kota-kabupaten di wilayah jalur Pantai Selatan Jawa," ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (28/9/20), dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Ia juga mengingatkan terkait informasi potensi tsunami 20 meter ini dikarenakan gerak simultan dua segmen lempeng bumi di zona megathrust selatan Jawa telah mendapatkan publikasi yang luas.

Baca: Bambang Soesatyo: Ada 9 Kota/Kabupaten yang Berpotensi Terdampak jika Tsunami Pantai Selatan Terjadi

Baca: Trending Topik Potensi Gempa dan Tsunami 20 Meter di Selatan Pulau Jawa, Begini Penjelasannya

Selain itu, Bambang Soesatyo menyebut ada sembilan kabupaten/kota yang berada di Pantai Selatan Jawa yang mungkin saja berpotensi terdampak.

"Ada sembilan kabupaten-kota di jalur Pantai Selatan Jawa yang berpotensi terdampak manakala peristiwa tsunami itu terjadi.

Bahkan, sedikitnya 156 desa di wilayah Banyuwangi, Pacitan dan Trenggalek perlu mendapat perhatian khusus karena besarnya potensi ancaman tsunami tersebut," ujarnya.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA (Tribunnews.com)

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Dr Daryono mengatakan, masih banyak yang belum tepat dalam memahaminya.

Menurutnya, pemahaman gempa megathrust dipahami sebagai sesuatu yang baru dan segera akan terjadi dalam waktu dekat, berkekuatan sangat besar, dan menimbulkan kerusakan dan tsunami dahsyat, adalah pemahanan yang kurang tepat.

"Zona megathrust sebenarnya sekadar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stres) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa," ujar Daryono kepada Tribunjabar.id, Sabtu (26/9/2020).

"Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting)," katanya.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Kanto Tewaskan 140 Ribu Jiwa, Sebabkan Tsunami dan Tornado Api Dahsyat

Baca: INFO BMKG GEMPA HARI INI: Gempa 5,2 SR di Enggano Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

Ia menjelaskan, jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup bidang kontak antar lempeng.

"Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai (patahan naik yang besar) yang kini populer disebut sebagai zona megathrust," ujarnya.

Menurut Daryono, zona megathrust di Indonesia bukanlah menjadi hal baru.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved