Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Kanto Tewaskan 140 Ribu Jiwa, Sebabkan Tsunami dan Tornado Api Dahsyat

Gempa ini juga memunculkan tragedi kemanusiaan karena ada ribuan imigran Korea yang dibantai setelah dituduh memanfaatkan kekacauan situasi


zoom-inlihat foto
gempa-kanto-1923.jpg
Wikimedia Commons/Yokohama Central Library
Keadaan Yokohama setelah diguncang Gempa Kanto

Gempa ini juga memunculkan tragedi kemanusiaan karena ada ribuan imigran Korea yang dibantai setelah dituduh memanfaatkan kekacauan situasi




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gempa Besar Kanto atau Gempa Tokyo-Yokohama terjadi pada 1 September 1923 dan menewaskan 140.000 penduduk Jepang.

Memiliki magnitude 7,9, gempa ini menghancurkan setengah dari bangunan bata dan sepesepuluh struktur beton bertulang di area Tokyo-Yokohama.

Getaran gempa memicu tsunami setinggi 12 meter di Atami, Teluk Sagami, dan menghancurkan 155 rumah serta membunuh 60 orang.[1]

Gempa Kanto juga memunculkan kebakaran di Yokohama dan menyebar karena dikipasi angin.

Bahkan, pada pukul 16.00 sempat muncul 'tornado api' setinggi 300 kaki dan hasilnya 45% wilayah Tokyo terbakar.

Tidak hanya itu, tragedi ini juga menyebabkan pembantaian terhadap ribuan orang Korea di Jepang.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 31 Agustus 1997: Valentino Rossi Meraih Gelar Juara Dunia Pertamanya

Kantor Polisi Metropolitan di Jepang terbakar setelah Gempa Kanto terjadi
Kantor Polisi Metropolitan di Jepang terbakar setelah Gempa Kanto terjadi (Wikimedia Commons/THE OSAKA MAINICHI)

  • Latar belakang geologis


Wilayah Kanto, yang termasuk pusat penduduk di Tokyo, Yokohama, dan Kawasaki adalah salah satu tempat paling rawan gempa di Bumi.

Di bawah Samudra Pasifik, dari Tokyo ke timut sekitar 275 km dan membentang ke utara sepanjang Pantai Timur Jepang, lempeng tektonik Pasifik bersubduksi di bawah lempeng tektonik Amerika Utara-Okhotsk.

Gempang di sepanjang perbatasan itu telah mengguncang pantai timur Jepang dari Hokkaido di utara, ke selatan hingga Pulau Iwo Jima jauh sebelum kedatangan manusia.

Subduksi di sepanjang lempeng ini juga memicu salah satu gempa terkuat di Jepang, yakni Gempa Tohoku pada 11 Maret 2011 yang bermagnituted 9.0.

Pusat penduduk di Jepang timur juga rawan terhadap pergerakan dua lempeng tektonik lain, yaity lempeng tektonik Laut Filipina dan lempeng tektonik Eurasia.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Korban Pertama dari Pembunuh Berantai Misterius Jack the Ripper Ditemukan

Zona subduksi yang tercipta dari perpotongan kedua lempeng ini berada sekitar 100 km di selatan Tokyo dan hampir membelah Teluk Sagami.

Pergerakan yang terkait dengan kedua lempeng ini juga memicu Gempa Genroku 1703.[3]

  • Kronologi


Gempa muncul pada 1 September 1923 pukul 11.58 waktu setempat saat banyak anggota keluarga di Jepang berkumpul di meja makan.

Mayoritas pekerja pulang ke rumah setelah bekerja pada hari pendek.

Sementara itu, bagi para pelajar, hari itu adalah hari pertama mereka kembali bersekolah setelah libur musim panas.[4]

Gempa itu mucul dari patahan seismik enam mil di bawah dasar laut Teluk Sagami.

Menurut mereka yang selamat gempa awal berdurasi sekitar 14 menit.

Beberapa menit kemudian, gempa diikuti tsunami setinggi 40 kaki dan menyapu ribuan orang dalam beberapa gelombang.

Api kemudian muncul, memakan rumah-rumah kayu di Yokohama dan Tokyo, dan membakar segala yang dilewatinya.

Sekitar 44.000 orang mengungsi di dekat Sungai Sumida River pada beberapa jam pertama.

Namun, mereka tidak selamat dari "tiang api" yang dikenal sebagai "pusaran naga".

Api menyebar luas karena dikipasi angin kencang.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Komet Menabrak Matahari, Melepaskan Energi Setara 1 Juta Bom Hidrogen

Saat itu, departemen kebakaran lumpuh karena gempa dan saluran air kota juga hancur.

Menurut laporan polisi kebakaran terjadi di 83 lokasi pada pukul 12.15.

Lima belas menit kemudian, sudah ada 136 titik api.

Pada pukul 16.00, ada "tornado api" setinggi 300 kaki yang berkobar di area tersebut.

Sekitar 45 persen wilayah Tokyo terbakar setelah api seluruhnya padam pada 3 September.

Total kematian akibat gempa yang disusul tsunami dan kebakaran diperkirakan mencapai 140.000 jiwa.[5]

  • Pembantaian orang-orang Korea


Dalam beberapa jam setelah bencana terjadi, muncul tragedi kemanusiaan.

Ada rumor yang beredar bahwa para imigran Korea meracuni air sumur dan memanfaatkan situasi kacau untung menggulingkan pemerintah Jepang.

Jepang sebelumnya sudah menduduki Korea sejak 1905 dan menganeksasinya lima tahun kemudian dan memerintah dengan tangan besi.

Karena rumor ini, beberapa kelompok orang Jepang membuat penghalang jalan dan membantai orang Korea di seluruh zona gempa.

Korban tewas akibat pembantaian ini diperkirakan mencapai 6.000 orang.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Inggris-Zanzibar, Durasi 38 Menit, Perang Tersingkat Sepanjang Masa

(Tribunnewswiki.com/Tyo)



Peristiwa Gempa Kanto
Waktu 1 September 1923
Korban 140 Ribu Jiwa
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved