Petugas Rapid Diduga Lecehkan Wanita dan Menipu, Polisi: Berdekatan Tapi Tak Terlihat Pelecehannya

Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan dan penipuan oleh petugas Rapid berinisial EF di Bandara Soetta


zoom-inlihat foto
tribunlampungcoiddodi-kurniawan.jpg
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pelecehan seksual


Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan dan penipuan oleh petugas Rapid berinisial EF di Bandara Soetta

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus dugaan pelecehan dan penipuan oleh petugas rapid test Bandara Soekarno-Hatta masih terus berlanjut.

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan rekaman CCTV untuk mencari tahu letak pelecehan yang dilakukan oleh pelaku EF terhadap seorang wanita LHI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari hasil pemeriksaan sejaun ini, rekaman CCTV itu memperlihatkan keduanya berada berdekatan.

"Kalau kita lihat (rekaman) CCTV-nya yang ada pada saat itu, betul korban dengan pakaian yang sama seperti apa yang disampaikan, berdekatan saja," kata Yusri kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Namun, rekaman CCTV itu masih diperiksa untuk menemukan aksi pelecehan yang ceritakan dalam media sosial terduga korban.

"Tapi tidak terlihat seperti apa (pelecehannya). Makanya Kami harus memeriksa lagi," kata Yusri.

LHI juga melaporkan sangkaan penipuan yang dilakukan EF, petugas rapid test dari Kimia Farma, bersamaan dengan dugaan aksi pelecehan seksual itu.

Polisi telah menetapkan EF sebagai tersangka untuk kasus penipuan itu. Polisi meminta EF datang ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk menjelaskan kasus yang melibatkannya itu.

Baca: Polisi Tetapkan Petugas Rapid Test di Soetta Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan dan Pemerasan

Baca: Kisah LHI Sebut Pria Berinisial EFY Diduga Melakukan Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta

Pasalnya, EF menghilang bersamaan dengan ditetapkan dirinya sebagai tersangka.

"Kami mengharapkan EF ini mau hadir untuk kami lakukan pemeriksaan," kata Yusri.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved