Ada Anggota Keluarga yang Positif Covid-19? Satu Keluarga Bisa Lakukan Tes Usap Gratis

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia dari klaster keluarga terus meningkat pada September ini


zoom-inlihat foto
bin-gelar-rapid-test.jpg
Tribunimages/Nur Ichsan
Satu keularag bisa tes swab gratis apabila ada anggota keluarganya yang positif Covid-19. Foto: BIN menggelar rapid test untuk warga Cibodas, Kota Tangerang, Rabu (15/7/2020)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemerintah menyediakan fasilitas tes usap gratis bagi satu keluarga apabila ada anggota keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau dari keluarga tersebut sesuai ini, nanti akan dapat PCR atau tes swab gratis yang ditanggung Satgas daerah tersebut," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/9/2020), seperti dilansir oleh Kompas.com.

Menurutnya, langkah tersebut diambil berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo yangmulai khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia dari klaster keluarga.

Untuk itu, Bintang mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila ada salah satu anggota keluarganya yang positif Covid-19.

Menurut dia, masyarakat bisa melapor ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan terdekat.

Baca: Pondok Pesantren di Kebumen dan Purwokerto Jadi Klaster Covid-19 Baru di Jawa Tengah

Berdasarkan laporan itu, maka akan dilakukan tes usap kepada seluruh anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

Jika hasilnya positif Covid-19, maka akan dilakukan isolasi atau pun perawatan.

Bintang menambahkan saat ini Kementerian PPA tengah menyiapkan protokol kesehatan untuk keluarga.

Protokol ini akan menjadi pedoman untuk mencegah penularan virus corona dalam satu atap rumah tangga.

"Kemudian, protokol kesehatan juga akan mengatur bagaimana ketika ada keluarga yang terpapar," kata Bintang.

Baca: Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Tembus 10 Ribu, Epidemolog: Jumlahnya Bisa Tiga Kali Lipat

Mencegah munculnya klaster keluarga

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan klaster keluarga terus meningkat pada September ini.

Menurutnya, klaster keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat.

"Nah ini menjadi perhatian dari bahwa Presiden sehingga bapak Presiden memberikan arahan kepada saya dan dan jajaran Kementerian untuk kita melakukan langkah-langkah," kata Bintang.

Seorang pria yang menggunakan masker untuk mencegah Covid-19, sedang berjalan di jalan Hong Kong pada 23 Agustus 2020.
Seorang pria yang menggunakan masker untuk mencegah Covid-19, sedang berjalan di jalan Hong Kong pada 23 Agustus 2020. (MAY JAMES / AFP)

Adapun menurut Bintang, langkah-langkah yang akan dilakukan kementeriannya dalam menekan bertambahnya jumlah klaster keluarga yakni dengan membuat protokol kesehatan di keluarga berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.

"Arahan beliau (Presiden) juga bagaimana kami mengkampanyekan dan mensosialisasikan secara masif berkaitan dengan protokol kesehatan 3M dengan selalu pakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak," katanya.

Baca: Klaster Pilkada Muncul, Banyak Bacalon Kepala Daerah yang Langgar Protokol Kesehatan

Dalam mencegah bertambahnya klaster keluarga menurut dia yakni dengan mengurangi pertemuan-pertemuan secara offline atau tatap muka diantara keluarga besar.

"Misalnya hari ulang tahun kemudian misalnya dengan Komunitas ada reuni, arisan. kalau toh itu harus dilakukan itu kita bisa lakukan secara daring. Kita kan sudah diperkenalkan dengan sistem daring dalam situasi pandemi ini. itu hal-hal yang perlu kita perhatikan." katanya.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sempat menyinggung soal penularan Covid-19 lewat klaster keluarga saat memipin rapat kabinet paripurna, awal bulan ini.

"Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat umum, tempat publik, tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus-harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga. Karena di rumah kita sudah merasa aman, justru di situlah, yang kita harus hati-hati," kata Presiden Jokowi.

Baca: PP Muhammadiyah Gugat Pemerintah jika Pilkada 2020 Tetap Berlangsung dan Munculkan Klaster Covid-19





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved