Hari Ini dalam Sejarah: Teror Amerithrax Dimulai, Surat Berisi Bakteri Anthrax Membuat Panik Amerika

Teror surat berisi bakteri anthrax sampai saat ini menjadi serangan biologis terburuk dalam sejarah Amerika.


zoom-inlihat foto
amplop-anthrax.jpg
Wikimedia Commons
Amplop surat yang di dalamnya berisi spora anthrax

Teror surat berisi bakteri anthrax sampai saat ini menjadi serangan biologis terburuk dalam sejarah Amerika.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Surat berisi spora bakteri anthrax meneror Amerika Serikat mulai 18 September 2001.

Teror anthrax yang terjadi seminggu setelah peristiwa WTC 9/11 itu turut menyebabkan kepanikan di AS

Surat tersebut dikirimkan ke beberapa kantor berita dan senator AS, dan FBI menyebut teror itu sebagai "Amerithrax".[1]

Lima warga AS tewas dan 17 orang terinfeksi dalam teror yang berlangsung selama hampir satu bulan.

Seorang ilmuwan bernama Dr. Bruce Ivins diduga berada di balik teror anthrax, tetapi dia bunuh diri sebelum diadili.

Teror surat berisi bakteri anthrax sampai saat ini menjadi serangan biologis terburuk dalam sejarah AS.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek Melaporkan Keberadaan Bakteri

  • Sekilas anthrax


Anthrax adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia dan hewan dan disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Penyakit ini pada umumnya menyerang ternak pemakan rumput seperti sapi, domba, kuda, dan bagal.

Manusia juga bisa terkena anthrax apabila memakan daging atau bersentuhan dengan bagian tubuh hewan yang terinfeksi.

Anthrax berasal dari Bahasa Yunani yang berarti batu bara.

Anthrax menyerang kulit manusia
Anthrax menyerang kulit manusia (Wikimedia Commons)

Disebut demikian karena ketika anthrax menyerang kulit seseorang, maka kulit itu memiliki luka dengan warna hitam.

Pada manusia, anthrax menyebabkan infeksi kulit, paru-paru, atau usus.

Mayoritas infeksi anthrax pada manusia hanya sampai kulit.

Namun, bakteri ini juga bisa menembus kulit dan menyerang aliran darah sehingga menyebabkan keracunan darah yang fatal, perdarahan internal, dan terkadang meningitis.

Spora anthrax dihirup dan mencapai paru-paru bisa menyebabkan pneumonia.

Anthrax biasanya ditangani dengan antibiotik.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 September: Xerox 914 Diluncurkan, Mesin Fotokopi Kertas Pertama di Dunia

  • Teror dimulai


Amplop surat berisi spora anthrax dikirim pada 18 September 2001, seminggu setelah teror 9/11 terjadi.

Ada lima surat yang terkontaminasi dan berada di kotak surat di Trenton, New Jersey.

Surat itu dikirim ke kantor berita NBC, CBS, ABC, The New York Post, dan The National Enquirer.

Awalnya, tidak ada yang mengacuhkan keanehan surat tersebut.

Namun, pada awal Oktober, seorang editor foto Enquirer didiagnosa terkena anthrax.

Pemerintah awalnya meremehkan kejadian tersebut dan mengatakan tidak ada bukti terorisme.

Namun, akhirnya diketahui bahwa amplop surat itu menjadi sumber penularan anthrax.

Hal ini menimbulkan kepanikan dan orang-orang mulai membeli antibiotik yang biasa digunakan untuk menangani anthrax.

Surat berisi spora yang terlihat seperti bedak bayi juga dikirim kepada beberapa senator AS.

Banyak sekali surat yang dikarantina karena beberapa karyawan pos juga terinfeksi.

Teror yang berlangsung selama hampir satu bulan ini menewaskan lima orang dan menginfeksi 15 orang lainnya.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: William Huskisson Jadi Orang Pertama yang Tewas Karena Ditabrak Kereta Api

  • Penyelidikan


FBI melakukan penyelidikan dan pada awal November menemukan tiga surat yang berisi spora anthrax.

Kekhawatiran akan adanya bioterorisme meningkat dan Presiden Bush bahkan meminta penyediaan dana sebesar $11 miliar untuk melindungi AS dari bioterorisme.

Seorang ilmuwan bernama Dr. Steven Hatfill yang pernah bekerja di insitut penelitian penyakit menular sempat diduga sebagai pelakunya.

FBI kemudian mencurigai ilmuwan lain bernama Dr. Bruce E Ivins yang mengembangkan vaksin untuk melawan anthrax.

Dia diawasi salama 24 jam dan dilarang berada di lab.

Namun, Ivins kemudian menderita depresi dan memutuskan bunuh diri pada Juli 2008.

Pada Februari 2010, FBI menutup kasus teror anthrax dan menyimpulkan Ivins sebagai pelakunya.

Meski demikian, Akademi Sains Nasional meragukan hasil penyelidikan itu.

Bahkan, hasil studi pada tahun 2014 menemukan bahwa metode yang digunakan FBI untuk mengidentifikasi Ivins sebagai pelaku ternyata cacat.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ramac 305, Komputer Pertama yang Gunakan Harddisk Diperkenalkan, Berat 1 Ton

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Teror surat berisi spora anthrax dimulai
Pada 18 September 2001
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved