Hari Ini dalam Sejarah: Monumen Arkeologi Stonehenge Terjual Seharga 6.600 Pound di Pelelangan

Stonehenge kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Inggris pada 26 Oktober 1918.


zoom-inlihat foto
monumen-arkeologi-stoneheng.jpg
Wikimedia Commons/garethwiscombe
Monumen arkeologi Stonehenge di Salisbury, Inggris.

Stonehenge kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Inggris pada 26 Oktober 1918.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Monumen arkeologi Stonehenge di Inggris terjual dengan harga 6.600 pound pada 21 September 1915.

Stonehenge dibeli oleh pria Inggris bernama Cecil Chubb dalam sebuah lelang di Salisbury.

Namun, pada 26 Oktober 1918 atau sebelum Perang Dunia I berakhir, dia menghibahkan Stonehenge kepada Pemerintah Inggris.

Karena kedermawanan ini, Cecil Chubb kemudian diangkat menjadi bangsawan, bernama Sir Cecil Chubb, First Baronet of Stonehenge.

Stonehenge adalah situs arkeologi yang dibangun sekitar tahun 3100 SM dan diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1986.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ferdinand Magellan Berlayar dari Spanyol untuk Mencari Jalur Laut ke Maluku

Cecil Chubb, pemilik Stonehenge
Cecil Chubb, pemilik Stonehenge (Wikimedia Commons/Bain News Service)


Stonehenge adalah monumen batu-batu yang disusun melingkar, perkuburan, dan situs arkeologi prasejarah yang berada di Dataran Salisbury, Wiltshire, Inggris.

Monumen ini dibangun antara tahun 3000 sampai 1520 SM, selama masa transisi Zaman Batu Muda ke Zaman Perunggu.

Nama Stoneheng kemungkinan berasal dari bahasa Saxon stan-hengen, berarti "batu menggantung" atau "tiang gantungan".

Bersama lebih dari 350 monumen dan henge di sekitarnya, Stonehenge diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Kegunaan Stonehenge masih diperdebatkan dan banyak ilmuwan yang berspekulasi.

Stonehenge pada tahun 1877
Stonehenge pada tahun 1877 (Wikimedia Commons/Philip Rupert Acott)

Ada yang mengatakan Stonehenge digunakan untuk memprediksi gerhana bulan dan matahari dan perhitungan astronomis lainnya.

Beberapa arkeolog meyakini monumen ini adalah pusat organisasi kepala suku pada Zaman Perunggu.

Lainnya menduga Stonehenge adalah tempat berkumpul tiap musim selama milenium keempat dan ketiga SM bagi kelompok yang hidup di dataran rendah timur dan barat.

Selain itu, ada juga yang mengatakan Stonehenge adalah monumen untuk leluhur yang sudah wafat.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Teror Amerithrax Dimulai, Surat Berisi Bakteri Anthrax Membuat Panik Amerika

  • Stonehenge Dilelang


Wilayah Amesbury tempat Stonehenge berada dimiliki oleh kerajaan sekitar tahun 899 M hingga abad ke-12.

Stonehenge kemudian diberikan kepada para bawahan raja yang setia, seperti Earl of Salisbury dan Earl of Warwick.

Setelah berganti pemilik beberapa kali, Stonehenge dan wilayah di sekitarnya dibeli Sir Edmund Atrobus.

Karena putra Edmund dan keturunannya tewas dalam perang, tanahnya diwariskan kepada saudaranya.

Saudaranya memutuskan menjualnya melalui lelang di Salisbury.[3]

Seorang hartawan bernama Cecil Chubb kemudian memenangkan lelang Stonehenge dengan harga 6.600 pound pada 21 September 1915.

Apabila dikonversi dengan nilai saat ini, 6.600 pound setara dengan 680.000 pound hari ini.

Rumor mengatakan istrinya ingin Chubb membeli tirai di pelelangan.

Namun, Chubb justru membeli sesuatu yang tidak terpikirkan, yakni monumen Stonehenge.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek Melaporkan Keberadaan Bakteri

  • Dihibahkan kepada pemerintah


Chubb memutuskan memberikannya kepada pemerintah Inggris pada 26 Oktober 1918 sehingga bisa dinikmati masyarakat.

Setahun setelahnya, Perdana Menteru David Lloyd mengapresiasi kedermawanan Chubb.

David kemudian diangkat sebagai bangsawan dengan nama Sir Cecil Chubb, First Baronet of Stonehenge.

Dalam perjanjian hibah ini, dia menetapkan bahwa biaya kunjungan ke Stonehenge tidak boleh lebih dari satu shilling per kunjungan.

Stonehenge dan monumen di sekitarnya dimiliki oleh The National Trust for Places of Historic Interest or Natural Beauty atau National Trust.

Dalam perjanjian terpisah dengan dewan paroki, masyarakat setempat diperbolehkan mengunjungi stonehenge dengan gratis.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 September: Xerox 914 Diluncurkan, Mesin Fotokopi Kertas Pertama di Dunia

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Stonehenge terjual di pelelangan
Pada 21 September 1915
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved