Mogok Makan Selama 40 Hari, Pengacara Wanita di Iran Akhirnya Dirawat dan Dipenjara di Rumah Sakit

Pemogokan itu ditujukan untuk menyerukan pembebasan tahanan politik dan napi lainnya untuk mencegah terpapar virus Corona.


zoom-inlihat foto
pengacara-ham-iran-nasrin-sotoudeh.jpg
AFP/File
Pengacara HAM Iran, Nasrin Sotoudeh yang melakukan mogok makan selama 40 hari.


Pemogokan itu ditujukan untuk menyerukan pembebasan tahanan politik dan napi lainnya untuk mencegah terpapar virus Corona.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang wanita yang berprofesi sebagai pengacara HAM di Iran dilarikan ke rumah sakit.

Pengacara bernama Nasrin Sotoudeh awalnya di penjara namun mogok makan selama 40 hari.

Karena kondisinya melemah akhirnya ia dirawat dan dipenjara di rumah sakit.

Menurut suaminya, Nasrin sudah mogok makan selama 40 hari lebih, kata suaminya pada Sabtu (19/9/2020).

Dia dipindahkan ke unit perawatan jantung tak lama setelah dibawa ke bangsal darurat rumah sakit Taleghani, Teheran, kata Reza Khandan kepada AFP melalui telepon.

"Kami diizinkan untuk melihatnya sebentar," tambahnya.

"Dia sangat lemah, kehilangan banyak berat badan dan mata sangat cekung," ujarnya.

Baca: Balas Dendam Kematian Soleimani, Iran Disebut Berencana Bunuh Duta Besar AS untuk Afrika Selatan

Sotoudeh telah melakukan mogok makan selama lebih dari 40 hari, menurut Khandan.

Pemogokan itu ditujukan untuk menyerukan pembebasan tahanan politik dan napi lainnya untuk mencegah terpapar virus Corona.

Dia berharap ada perhatian terhadap kondisi mereka selama pandemi Covid-19, kata pernyataan Sotoudeh pada 11 Agustus 2020 yang diterbitkan oleh suaminya di media sosial.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved