Balas Dendam Kematian Soleimani, Iran Disebut Berencana Bunuh Duta Besar AS untuk Afrika Selatan

Jika rencana tersebut benar dilakukan, itu bisa secara dramatis meningkatkan ketegangan serius antara AS dan Iran


zoom-inlihat foto
qasel-soleimani-1.jpg
israelhayom.com
Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani. Iran disebut telah merncanakan aksi balas dendam terhadap AS atas pembunuhan terhadap Qassem Soleimani (israelhayom.com)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, Pemerintah Iran saat ini sedang mempertimbangkan untuk membunuh duta besar AS untuk Afrika Selatan, Lana Marks.

Kabar tersebut muncul ketika Iran terus mencari cara untuk membalas keputusan Presiden Donald Trump untuk membunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani, kata para pejabat dilansir oleh POLITICO.

Jika rencana tersebut benar dilakukan, itu bisa secara dramatis meningkatkan ketegangan yang sudah serius antara AS dan Iran.

Para pejabat AS sendiri disebut telah mengetahui ancaman umum terhadap duta besar Lana Marks sejak musim semi, kata para pejabat itu.

Namun,  intelijen AS mengungkapkan ancaman terhadap duta besar menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Microsoft Sebut Peretas Asal China, Rusia dan Iran Berupaya Serang Pilpres AS 2020

Kedutaan Besar Iran di Pretoria disebut terlibat dalam rencana tersebut, kata pejabat pemerintah AS.

Namun, menyerang Marks adalah salah satu dari beberapa opsi yang menurut para pejabat AS diyakini rezim Iran sedang mempertimbangkan untuk melakukan pembalasan sejak jenderal, Qassem Soleimani, dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS pada Januari lalu.

Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS membunuh Soleimani untuk membangun kembali pencegahan terhadap Iran.

Arahan komunitas intelijen dikenal sebagai "Duty to Warn"mewajibkan agen mata-mata AS untuk memberi tahu calon korban jika hidup mereka berada dalam bahaya.

Dalam kasus pejabat pemerintah AS, ancaman yang dapat dipercaya akan dimasukkan dalam pengarahan dan perencanaan keamanan.

“Lana Marks telah diberitahu tentang ancaman tersebut,” kata pejabat pemerintah AS.

Baca: 40 Hari Kematian Soleimani, Roket Katyusha Hantam Pangkalan Militer AS di Irak

Intelijen juga telah dimasukkan dalam CIA World Intelligence Review, yang dikenal sebagai WIRe, produk rahasia yang dapat diakses oleh pejabat kebijakan dan keamanan senior di seluruh pemerintah AS, serta anggota parlemen tertentu dan staf mereka.

Lan Marks (66) telah menjabat sebagai duta besar AS sejak Oktober lalu.

Sementara itu, komunitas intelijen tidak yakin mengapa Iran akan menargetkan Marks yang disebut memiliki sedikit keterkaitan yang diketahui dengan Iran.

“Mungkin saja Iran mempertimbangkan persahabatan panjangnya dengan Trump,” kata pejabat pemerintah AS.

Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah Iran juga mengoperasikan jaringan klandestin di Afrika Selatan dan telah memiliki pijakan di sana selama beberapa dekade.

Pada 2015, Al-Jazeera dan The Guardian melaporkan dokumen intelijen yang bocor yang merinci jaringan rahasia luas operasi Iran di Afrika Selatan.

Alasan lainnya adalah Marks kemungkinan juga bisa menjadi target yang lebih mudah daripada diplomat AS di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat di mana AS memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penegak hukum dan badan intelijen setempat.

Baca: Trump: Kim Jong Un Memberi Tahu Saya Segalanya, Termasuk Bagaimana Ia Membunuh Pamannya Sendiri

Para pemimpin Iran memiliki sejarah melakukan pembunuhan di luar perbatasan negara mereka, serta menyandera, sejak merebut kekuasaan setelah pemberontakan populer di akhir 1970-an.

Dalam beberapa dekade terakhir, Iran umumnya menghindari penargetan langsung diplomat AS, meskipun milisi yang didukung Iran telah lama menyerang fasilitas dan personel diplomatik AS di Irak.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved