Gedung Putih: Ada 5 Negara Lagi yang Serius Mempertimbangkan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Lima negara itu bisa mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan Bahrain yang baru saja menandatangi perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel


zoom-inlihat foto
bahrain-israel-uni-emirat-arab.jpg
SAUL LOEB / AFP
(Kiri-kanan) Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE) Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dalam penandatangan Kesepakatan Abraham di Gedung Putih, 15 September 2020. Pihak Gedung Putih pada Kamis, (17/9/2020), mengatakan ada lima negara lagi yang serius mempertimbangkan menormalisasi hubungan dengan Israel.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows pada Kamis, (17/9/2020), mengatakan ada lima negara lagi yang serius untuk mempertimbangkan menormalisasi hubungannya dengan Israel.

Mereka bisa mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain yang baru saja menandatangi perjanjian normalisasi hubungan.

Dikutip dari Reuters, (18/9/2020), Meadows tidak mengatakan identitas negara itu ketika berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One sedang membawa Presiden Donald Trump untuk kampanye di Wisconsin.

Dia mengatakan tiga di antaranya berada di wilayah Teluk. Namun, di tidak berkomentar lebih lanjut.

Trump juga optimistis bahwa akan ada lebih banyak negara yang setuju untuk menormalisasi hubungannya dengan Israel setelah negara itu bersepakat dengan UAE dan Bahrain.

Baca: Dulu Ngotot Jadi Tentara Israel, Sadar, Kini Beberkan Kelakuan pada Bangsa Palestina: Tidak Bermoral

(Kiri-kanan) Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE) Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dalam penandatangan Kesepakatan Abraham. Dalam kesepakatan di Gedung Putih yang bertanggal 15 September 2020 itu, Bahrain dan UAE mengakui kedaulatan Israel, September 15, 2020.
(Kiri-kanan) Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE) Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dalam penandatangan Kesepakatan Abraham. Dalam kesepakatan di Gedung Putih yang bertanggal 15 September 2020 itu, Bahrain dan UAE mengakui kedaulatan Israel, September 15, 2020. (SAUL LOEB / AFP)

Oman mungkin menjadi salah satunya karena duta besarnya menghadiri kesepakatan Gedung Putih pada Selasa lalu.

Trump pada Selasa lalu juga memprediksi Arab Saudi pada akhirnya akan setuju menormalisasi hubungan.

Roket Gaza dan Serangan Udara Israel Menyertai Kesepakatan Israel dengan UAE dan Bahrain

Di tengah normalisasi hubungan Israel dengan dua negara Teluk Arab, militan di Gaza meluncurkan roket ke Israel.

Di sisi lain, pesawat Israel mencapai targetnya di daerah kantong penduduk Palestina.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved