Dulu Ngotot Jadi Tentara Israel, Sadar, Kini Beberkan Kelakuan pada Bangsa Palestina: Tidak Bermoral

Dulu ngotot jadi tentara Israel, kini ingin keluar karena tak mau melakukan tindakan tidak bermoral


zoom-inlihat foto
tentara-israel-berbicara-ke-orang-orang-pro-palestina.jpg
JAAFAR ASHTIYEH / AFP
ILUSTRASI --- FOTO: Seorang tentara Israel berbicara kepada pengunjuk rasa pro-Palestina selama demonstrasi menentang pendirian pos pemukiman di Lembah Jordan, timur kota Tubas, di Tepi Barat yang diduduki, pada 6 Agustus 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Joel Carmel, orang yang dibesarkan di jantung komunitas Yahudi Inggris di London Utara, ngotot jadi tentara Israel.

Namun kini ia ingin keluar dari tentara.

Pasalnya Carmel melihat apa yang dia lakukan sebagai tindakan tidak bermoral.

Pada usia 18 tahun, Carmel melepaskan tempatnya di sebuah universitas Inggris, pindah ke Israel, dan bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti diberitakan Intisari Online dari Business Insider.

Dia ditempatkan untuk bertugas di Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari administrasi militer Israel.

Ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengusulkan untuk mencaplok bagian Tepi Barat baru-baru ini, Business Insider berbicara dengan Carmel, yang naik pangkat menjadi letnan 2 di IDF, tentang pengalamannya dalam menegakkan pendudukan.

"Itu bukan karena saya ingin menjadi tentara. Saya ingin menjadi seorang Israel dan melakukan apa yang dilakukan orang lain. Saya ingin berguna," katanya.

Baca: Baru Disepakati, Perjanjian Normalisasi Sudah Picu Aksi Saling Serang Antara Palestina dan Israel

Joel Carmel selama pengabdiannya di Pasukan Pertahanan Israel sebagai letnan dua
Joel Carmel selama pengabdiannya di Pasukan Pertahanan Israel sebagai letnan dua (Business Insider)

Memang, kehidupan prajurit itu tidak terjadi secara alami di Carmel, katanya.

Tetapi jika berprestasi tinggi, dia dipilih untuk pelatihan perwira. Dia mengetahui bahwa dia akan ditempatkan di COGAT - akronim dari birokrasi militer Israel, Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah.

Carmel menggambarkannya sebagai "pemerintahan bayangan" yang dibangun Israel untuk memerintah Tepi Barat, yang merupakan rumah bagi 2,8 juta warga Palestina dan ditangkap dari Yordania dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved