TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menangani wabah virus corona di sembilan provinsi prioritas.
Alasan Jokowi menunjuk Luhut diungkapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian.
Donny mengatakan Jokowi menunjuk Luhut karena dia selama ini dianggap mampu mengeksekusi tugas yang diberikan dengan baik.
Dengan demikian, penunjukan Luhut didasari atas kepercayaan bahwa dia mampu melaksanakan tugas yang diberikan.
Selain itu, Donny mengatakan penugasan Luhut merupakan hak prerogatif Jokowi
Oleh karena itu, kata dia, penunjukan ini tidak perlu dipermasalahkan.
Baca: Daftar 34 Daerah Covid-19 yang Berubah dari Zona Merah ke Zona Kuning, Termasuk Jakarta dan Jatim
"Pak Luhut selama ini memang dipercaya Presiden karena mampu mengeksekusi apa-apa yang diperintahkan. Jadi berbekal kepercayaan itu, ya Pak Luhut ditugaskan Presiden untuk menurunkan atau menekan angka positif di sembilan provinsi," ujar Donny saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).
Donny mengatakan Presiden selalu memberikan tugas kepada jajarannya sesuai kapasitas atau kemampuan yang dimiliki.
"Saya kira kepercayaan terhadap Pak Luhut ini diberikan sesuai dengan kapasitas masing-masing, sesuai dengan resources yang mereka miliki untuk bisa segera menurunkan kasus Covid-19 di sembilan provinsi tersebut," kata dia.
Donny menilai penunjukan Luhut untuk memimpin penanganan Covid-19 adalah hal yang wajar.
Baca: Belasan Petugas Medis Berkontak Langsung dengan Korban Kecelakaan yang Ternyata Positif Covid-19
Sebab, Luhut juga merupakan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Artinya, sebenarnya beliau juga secara keorganisasian secara tupoksi memiliki wewenang untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk menekan angka positif," kata Donny.
"Jadi tidak perlu dipermasalahkan, prerogatif Presiden. Presiden percaya kepada beliau karena selama ini beliau mampu mengeksekusi apa pun yang diminta oleh Presiden," tutur dia.
Sembilan provinsi prioritas yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.
Kesembilan daerah tersebut menjadi sorotan Presiden Jokowi karena menyumbang 75 persen dari kasus Covid-19 di Tanah Air.
Baca: GPMB : Peringatan Pandemi Berikutnya Muncul Saat Kematian Akibat Covid-19 Dekati Angka 1 Juta Jiwa
Selain Luhut, Jokowi juga menugaskan Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk fokus menekan penyebaran virus corona di sembilan provinsi tersebut.
Jokowi Minta Angka Kematian dan Kasus Harian Covid-19 di 9 Provinsi Diturunkan
Presiden Joko Widodo meminta angka kematian dan laju penularan virus corona atau Covid-19 di sembilan provinsi di atas diturunkan.
"Presiden telah menugaskan Menko Marves Luhut Panjaitan dan Kepala BNPB bekerja sama dengan Menkes Terawan untuk menangani kasus Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).
Baca: Jika Nanti Indonesia Resesi, Menko Maritim Luhut Binsar: Bukan Akhir Segalanya
"Targetnya adalah penurunan penambahan kasus harian, peningkatan kesembuhan, dan menurunkan angka kematian dalam dua minggu ke depan," kata Wiku.