Di Tengah Konflik dengan India, China Akan Gelontorkan 1 Triliun Yuan demi Proyek di Tibet, Ada Apa?

Kantor Informasi Dewan Negara China dan pemerintah wilayah Tibet tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar


zoom-inlihat foto
tentara-india-memberikan-penghormatan.jpg
MOHD ARHAAN ARCHER / AFP
Tentara India memberikan penghormatan selama pemakaman rekan mereka, Nyima Tenzin yang berasal dari Tibet, pada 7 September 2020. Tenzin tewas dalam bentrokan terbaru dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan.


Selain itu, China meminta India untuk "bersungguh-sungguh menerapkan kesepakatan penting yang dicapai oleh Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi dan mendesak untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan perundingan".

Kementerian Pertahanan India menganggapinya dan berkata bahwa India juga "bertekad melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya", kendati demikian, mendesak China untuk tidak meningkatkan eskalasi dan mengatakan pihaknya ingin China bekerja sama dengan India..."

Selain itu, kementerian tersebut mengatakan kedua belah pihak harus meneruskan diskusinya, termasuk melalui jalur diplomasi dan militer, agar bisa mengembalikan perdamaian dan ketenteraman di sepanjang garis perbatasan.

Pernyataan kedua belah pihak itu muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara India dan China digelar di Moskow, Jumat (4/9/2020).

Baca: India Butuh Dana Besar untuk Lawan China, tapi Ekonomi Ambruk Akibat Pandemi Covid-19

Ini adalah pertemuan politik secara tatap muka yang tertinggi sejak situasi di perbatasan memanas pada Mei lalu.

Sebelum bertemu dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan perdamaian dan keamanan memerlukan iklim kepercayaan, nonagresi, dan penghormatan terhadap aturan internasional.

Trump: AS Siap Membantu Menyelesaikan Konflik Antara India dan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, (4/9/2020), mengatakan AS siap membantu menyelesaikan konflik antara India dan China terkait perbatasan di Himalaya barat.

Trump juga berkata kepada wartawan bahwa situasi saat ini "sangat buruk".

Kedua pihak mengerahkan pasukan tambahan di sepanjang area perbatasan setelah pertempuran pada Juni lalu yang menewaskan 20 tentara India.

Baca: Babak Baru Ketegangan China-India: Kedua Negara Sama-sama Mengirim Jet Tempurnya ke Perbatasan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020. (DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Rajnath Singh melalui akun Twitter miliknya bercuit bahwa pertemuan itu berlangsung selama 2 jam dan 20 menit, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Sebuah sumber pemerintah AS berkata kepada Reuters di Washington bahwa AS menilai China dan India tidak ingin melanjutkan perselisihan hingga menjadi perang.

Trump dalam sebuah keterangan singkat di Gedung Putih mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan kedua negara itu mengenai apa yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan ketegangan.

Baca: Konflik China-India Lama Tak Disorot, Tiongkok Kirim Jet Tempur Siluman J-20 ke Perbatasan Himalaya

"Kami siap membantu terkait China dan India. Jika kami bisa melakukan sesuatu, kami ingin sekali terlibat dan membantu," kata dia dikutip dari Reuters.

Trump sudah pernah menawarkan diri sebagai penengah antara China dan India.

Namun, China mengatakan tidak perlu pihak ketiga sebagai penengah dan India juga tidak tertarik pada ide tersebut.

Sementara itu, India dan China pada Sabtu, (5/9/2020), mengatakan bersedia bekerja sama untuk mengurangi ketegangan di perbatasan yang disengketakan.

Keduanya menyetujui bahwa "tak ada pihak yang harus mengambil tindakan lebih lanjut yang bisa memperunyam situasi atau memperluas masalah di wilayah perbatasan", kata Menteri Pertahanan India itu.

Baca: India Kembali Berkonflik dengan Pakistan, Kini Rebutan Soal Peta Baru untuk Wilayah Kashmir

Sementara itu, Wei mengatakan kedua pihak harus memajukan perdamaian dan kestabilan dan bekerja untuk mendinginkan situasi yang memanas.

Namun, dia berkata bahwa tanggung jawab dari ketegangan belakangan ini terletak "sepenuhnya pada India".

China meminta India untuk menguatkan kendali atas pasukan garis depannya dan menahan diri dari tindakan provokatif.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved