Di Tengah Konflik dengan India, China Akan Gelontorkan 1 Triliun Yuan demi Proyek di Tibet, Ada Apa?

Kantor Informasi Dewan Negara China dan pemerintah wilayah Tibet tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar


zoom-inlihat foto
tentara-india-memberikan-penghormatan.jpg
MOHD ARHAAN ARCHER / AFP
Tentara India memberikan penghormatan selama pemakaman rekan mereka, Nyima Tenzin yang berasal dari Tibet, pada 7 September 2020. Tenzin tewas dalam bentrokan terbaru dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - China berencana menggelontorkan lebih dari 1 triliun yuan atau sekitar Rp2.600 triliun untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Tibet, termasuk proyek baru dan yang diumumkan sebelumnya.

Dorongan untuk meningkatkan pembangunan di wilayah barat daya yang terpencil dan miskin ini menandakan keinginan Beijing untuk memperkuat keamanan di perbatasan, sehubungan dengan memanasnya hubungan negara itu dengan India dalam beberapa bulan terakhir, menurut sumber Reuters.

Dilansir dari Reuters, (7/9/2020), pada pertemuan para pejabat senior Partai Komunis yang membahas pemerintahan Tibet di masa depan, Presiden Xi Jinping memuji hasil yang telah dicapai dan para pejabat garis terdepan.

Namun, dia mengatakan diperlukan upaya lebih banyak untuk memakmurkan, memperbarui, dan memperkuat persatuan di wilayah tersebut.

Sejumlah proyek infrastrukur besar dan fasilitas masyarakat, kata dia, akan diselesaikan, termasuk jalur kereta Sichuan-Tibet, menurut informasi yang diterbitkan kantor berita Xinhua.

Rencana pembangunan termasuk penyelesaian bagian tengah dari jalur kereta api Sichuan-Tibet di dataran tinggi, yakni jalur kereta api antara Nepal dan Tibet yang masih pada tahap perencanaan, dan pelabuhan daratan atau dry port di Wilayah Otonom Tibet yang baru saja direncanakan.

Baca: Pascabertemu India di Moskow, China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018).
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018). (Dokumen Kementerian Pertahanan China)

Namun, sumber Reuters menolak disebutkan namanya karena tidak diizinkan berbicara kepada media.

Selain itu, anggaran yang ditargetkan dan berapa lama pengerjaannya belum jelas.

Kantor Informasi Dewan Negara China dan pemerintah wilayah Tibet tidak segera menanggapi permintaan untuk buka suara.

Dua sumber Reuters mengatakan pembangunan bagian tersulit dari jalur kereta api Sichuan-Tibet akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan.

Bagian dari jalur kereta api, yang menelan biaya 270 miliar yuan, memang dikenal menyulitkan karena medannya yang kasar dan kerumitan geologis, khususnya di bagian yang menghubungkan Kota Ya'an di Sichuan dengan Nyingchi di Tibet bagian tenggara dekat perbatasan dengan India.

China juga ingin melanjutkankan dengan jalur kereta api Tibet-Nepal yang menghubungkan Kathmandu di Nepal dengan Shigatse, kota terbesar kedua di Tibet.

Hal tersebut merupakan salah satu kesepakata bilateral yang ditandatangani tahun 2018 antara Nepal dan China, tetapi belum mendapat banyak perhatian.

Baca: Donald Trump: AS Siap Membantu Menyelesaikan Konflik Antara India dan China

Nepal menjadi buffer atau penyangga antara China dan India dan lazim dianggap oleh New Delhi sebagai sekutunya.

China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

Pemerintah China pada Sabtu pagi, (5/9/2020), menyatakan India "sepenuhnya" bertanggung jawab atas konflik perbatasan di Himalaya, menurut media India NDTV.

NDTV juga menyebut pemerintah China menyatakan negaranya tidak akan kehilangan "satu inci pun wilayahnya."

India kemudian segera menanggapi pernyataan ini dan Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengatakan bahwa tindakan China, termasuk "mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar, berperilaku agresif dan berusaha mengubah status quo secara sepihak", menyalahi kesepakatan bilateral.

"Penyebab dan fakta ketegangan di perbatasan China-India sudah jelas, dan tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak India. China tidak bisa kehilangan satu inci pun wilayahnya," kata China dalam penyataan mereka, dikutip dari NDTV.

China juga mengatakan angkatan bersenjatanya mampu, percaya diri, dan bertekad menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Baca: Pentagon Sebut China Akan Gandakan Jumlah Hulu Ledak Nuklirnya, Kemenlu China Membantah

Sebuah jet tempur India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal (union territory) Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 2 September 2020.
Sebuah jet tempur India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal (union territory) Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 2 September 2020. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Selain itu, China meminta India untuk "bersungguh-sungguh menerapkan kesepakatan penting yang dicapai oleh Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi dan mendesak untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan perundingan".

Kementerian Pertahanan India menganggapinya dan berkata bahwa India juga "bertekad melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya", kendati demikian, mendesak China untuk tidak meningkatkan eskalasi dan mengatakan pihaknya ingin China bekerja sama dengan India..."

Selain itu, kementerian tersebut mengatakan kedua belah pihak harus meneruskan diskusinya, termasuk melalui jalur diplomasi dan militer, agar bisa mengembalikan perdamaian dan ketenteraman di sepanjang garis perbatasan.

Pernyataan kedua belah pihak itu muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara India dan China digelar di Moskow, Jumat (4/9/2020).

Baca: India Butuh Dana Besar untuk Lawan China, tapi Ekonomi Ambruk Akibat Pandemi Covid-19

Ini adalah pertemuan politik secara tatap muka yang tertinggi sejak situasi di perbatasan memanas pada Mei lalu.

Sebelum bertemu dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan perdamaian dan keamanan memerlukan iklim kepercayaan, nonagresi, dan penghormatan terhadap aturan internasional.

Trump: AS Siap Membantu Menyelesaikan Konflik Antara India dan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, (4/9/2020), mengatakan AS siap membantu menyelesaikan konflik antara India dan China terkait perbatasan di Himalaya barat.

Trump juga berkata kepada wartawan bahwa situasi saat ini "sangat buruk".

Kedua pihak mengerahkan pasukan tambahan di sepanjang area perbatasan setelah pertempuran pada Juni lalu yang menewaskan 20 tentara India.

Baca: Babak Baru Ketegangan China-India: Kedua Negara Sama-sama Mengirim Jet Tempurnya ke Perbatasan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020. (DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Rajnath Singh melalui akun Twitter miliknya bercuit bahwa pertemuan itu berlangsung selama 2 jam dan 20 menit, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Sebuah sumber pemerintah AS berkata kepada Reuters di Washington bahwa AS menilai China dan India tidak ingin melanjutkan perselisihan hingga menjadi perang.

Trump dalam sebuah keterangan singkat di Gedung Putih mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan kedua negara itu mengenai apa yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan ketegangan.

Baca: Konflik China-India Lama Tak Disorot, Tiongkok Kirim Jet Tempur Siluman J-20 ke Perbatasan Himalaya

"Kami siap membantu terkait China dan India. Jika kami bisa melakukan sesuatu, kami ingin sekali terlibat dan membantu," kata dia dikutip dari Reuters.

Trump sudah pernah menawarkan diri sebagai penengah antara China dan India.

Namun, China mengatakan tidak perlu pihak ketiga sebagai penengah dan India juga tidak tertarik pada ide tersebut.

Sementara itu, India dan China pada Sabtu, (5/9/2020), mengatakan bersedia bekerja sama untuk mengurangi ketegangan di perbatasan yang disengketakan.

Keduanya menyetujui bahwa "tak ada pihak yang harus mengambil tindakan lebih lanjut yang bisa memperunyam situasi atau memperluas masalah di wilayah perbatasan", kata Menteri Pertahanan India itu.

Baca: India Kembali Berkonflik dengan Pakistan, Kini Rebutan Soal Peta Baru untuk Wilayah Kashmir

Sementara itu, Wei mengatakan kedua pihak harus memajukan perdamaian dan kestabilan dan bekerja untuk mendinginkan situasi yang memanas.

Namun, dia berkata bahwa tanggung jawab dari ketegangan belakangan ini terletak "sepenuhnya pada India".

China meminta India untuk menguatkan kendali atas pasukan garis depannya dan menahan diri dari tindakan provokatif.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved