S diketahui membacok tetangganya dengan celurit.
Kejadian ini bermula saat S kalap melihat foto editan istrinya yang bersanding dengan tetangganya itu yang diduga selingkuhannya.
Kejadian pembacokan ini terjadi dia Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.
Iptu Marsoon, Kapolsek Sampung memberikan pernyataan, tersangka nekat bacok korban usai melihat foto editan antara M dan istrinya berdampingan, Selasa (18/8).
Baca: Berniat Lerai Aksi KDRT, Anggota TNI AD di Kalsel Tewas Dibacok Menantu hingga Menembus Paru-paru
Baca: Tegur Pria karena Tak Kenakan Masker di Tengah Pandemi Covid-19, Satpam di Bekasi Malah Dibacok
Foto editan tersebut diketahui ada di telepon seluler milik istri tersangka.
“Jadi, tersangka S ini naik pitam lalu membacok M karena mendapati foto editan berdua (istri tersangka dan M) di handphone milik istrinya,” ujar Marsono.
Kronologi
Iptu Marsono mengisahkan awal mula kejadian pembacokan ini.
Peristiwa pembacokan pada tetangganya ini bermula ketika S dan istrinya datang ke rumah M, Senin (17/8) sore.
Tujuan S datang ke rumah korban yakni ingin menanyakan tentang foto tersebut.
Ternyata foto yang ditemukan tersebut merupakan foto editan yang dibuat oleh korban.
Foto editan itu memperlihatkan korban dan istri S bersanding.
Ketika tiba di rumah M, S dan istrinya ditemui oleh istri korban.
Hal ini lantaran korban tidak ada di rumah.
S kemudian memberikan foto editan tersebut pada istri M yang menemuinya.
S pun juga mneyampaikan pesan akan datang lagi pada istri korban.
Tak butuh waktu lama, korban malah datang ke rumah S untuk menanyakan maksud S memberikan foto editan itu pada istrinya.
Korban mengatakan, karena ulah S ini Ma bertengkar dengan sang istri.
Gelap mata, S langsung mengambil celurit di dekat almari.
Baca: Bacok Orang Tanpa Alasan, Geng Bocah Semarang All Star Timuran Cilik Tapi Sangar Ditangkap Polisi
Baca: Kentuti Tetangga Berkali-kali, Seorang Pria dan Istrinya Dibacok, Alami Kritis di Rumah Sakit
Lantas tersangka mulai membacok korban yang duduk di ruang tamu sebanyak dua kali.