TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seluruh dunia kini tengah menghadapi wabah pandemi Covid-19.
Untuk mengantisipasi penularan, pemerintah Indonesia tegas meminta warga untuk tinggal di rumah.
Apaila memiliki keperluan di luar, maka wajib menggunakan masker.
Menyambut kebijakan ini, berbagai daerah rutin melakukan pemeriksaan bagi siapa pun yang hendak memasuki wilayah mereka.
Biasanya mereka berjaga di pos masuk kompleks untuk menyemperotkan disinfektan, mengukur suhu tubuh, juga mengimbau untuk mengenakan masker.
Namun, baru-baru ini kabar kurang mengenakkan datang dari Bekasi.
Seorang satpam di Bekasi dibacok pria tak dikenal setelah menegur karena tak pakai masker.
Baca: Virus Corona Sumber Covid-19 Ditemukan di Saluran Air Paris, Bahayakah untuk Manusia?
Baca: Studi Baru di China Temukan Virus Corona yang Telah Bermutasi Menjadi 30 Jenis Berbeda
Peristiwa tersebut terjadi di RW 38, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/4/2020) malam.
Aksi pelaku terekam CCTV.
Bahkan videonya sempat viral di media sosial.
Diberitakan Wartakota, Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo membenarkan peristiwa pembacokan tersebut.
"Iya betul kejadian itu, dua hari lalu," kata Sutoyo kepada Wartakota, Rabu (22/4/2020).
Berdasarkan keterangan Sutoyo, aksi pembacokan terjadi lantaran pelaku kesal ditegur karena tidak pakai masker.
"Karena kesal diingatkan pakai masker dan cuci tangan," katanya.
Kata Sutoyo, peristiwa ini terjadi dua hari sebelum pembacokan.
Kala itu, satpam tersebut menegur seorang warga yang hendak masuk ke area perumahan.
Karena sedang karantina wilayah, maka setiap warga yang hendak masuk diminta menggunakan masker, cuci tangan, serta pengecekan KTP.
Namun rupanya pelaku tak terima dengan peringatan satpam.
Ia pergi begitu saja, lalu kembali dua hari kemudian untuk melakukan pembacokan.
Baca: Merasa Tidak Mampu, Pria di Sumsel Ini Protes Tak Dapat Sembako dan Baku Hantam dengan Ketua RT
Baca: Gelombang Kedua COVID-19 di Amerika Serikat: Bertemunya Virus Corona dan Datangnya Musim Dingin
"Mungkin dia (satpam) negurnya keras entah bagaimana, jadilah ribut itu. Habis ribut, selesai itu yang ditegur pergi," jelas Sutoyo.