“Kami juga lakukan pengawasan ketat, sehingga pelaku industri memberikan jasa kepada masyarakat tanpa risiko yang besar,” tutupnya.
Komentar masyarakat
Sejalan dengan Zita, banyak masyarakat khusunya yang berdomisili di DKI Jakarta menyayangkan wacana yang disampaikan oleh Anies Baswedan.
Sejumlah warga merasa khawatir akan penyebaran Covid-19 yang tak kunjung menurun.
Beberapa dari mereka menilai adanya potensi penularan Covid-19 di dalam bioskop.
“Full dalam ruangan AC ditambah kedap, apa gak bakalan memperbesar penyebaran? Gak baca tentang kasus (Covid-19) di Starbucks Korsel?” kata Herlambang (26) saat dihubungi, Rabu (26/8/2020) sore.
Ia paham bahwa industri perfilman terutama bioskop perlu bangkit di tengah pandemi Covid-19.
Herlambang menilai, tak ada paksaan untuk datang dan menonton di bioskop.
Baca: Pembukaan Bioskop Masih Dilarang, Pemprov DKI Belum Izinkan Beberapa Tempat Ini Beroperasi Kembali
“Jadi ya pilihan masing-masing mau mempertinggi resiko dengan bersenang-senang selama dua jam atau tetap di rumah aja,” ujar dia.
Warga lain, Andika (27) menilai rencana pembukaan bioskop di tengah pandemi Covid-19 bukan hal yang bijak.
Menurut dia, hingga saat ini kasus positif Covid-19 masih terus bertambah.
“Apalagi sejak PSBB transisi kasus positif per hari meningkat, membuka bioskop berpeluang semakin meningkatkan penularan,” ujar Andika, Rabu sore.
Baginya, penerapan protokol ketat tak akan menjamin kesehatan, keselamatan dan keamanan penonton. Apalagi, buruknya sirkulasi udara dalam studio, tak ada ventilasi dan ada penggunaan AC.
“Bisa-bisa bioskop jadi klaster baru,” ujarnya.
Rencana pembukaan kembali bioskop
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan, rencana pembukaan kembali bioskop saat pandemi Covid-19 telah melewati proses kajian secara ketat.
Para pakar bersama tim Satgas Penanganan Covid-19 telah mempertimbangkan berbagai poin penting dari aspek kesehatan, dari aspek sosial, dan aspek ekonomi untuk membuka kembali bioskop.
Oleh karena itu, pengelola harus memastikan kesiapan fasilitas, penyelenggaraan, dan masyarakat sebelum resmi membuka bioskop.
Namun lanjut Wiku, pembukaan bioskop tersebut tak dapat dilakukan secara serentak.
Pasalnya harus ada aspek prakondisi yang perlu dilihat untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 benar-benar berjalan tanpa menambah adanya angka penyebaran virus corona.