Cerita Hazem Mohammed Selamat dari Insiden di Christchurch, Berpura-pura Mati Agar Tak Ditembak

"Saya tidak bergerak atau bersuara sedikit pun. Benar-benar diam. Saya merasakan dia (Brenton) melewati saya, terasa udara saat dia melewati kepala"


zoom-inlihat foto
hazem-mohammed-acungkan-tangan-ke-brenton-tarrant.jpg
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
FOTO: Diambil pada 25 Agustus 2020, menunjukkan Hazem Mohammed mengacungkan tangan ke arah terdakwa Brenton Tarrant saat memberikan pernyataan dampak korban atas peristiwa penembakan pada 15 Maret 2019. Adapun sidang vonis dilakukan di Pengadilan Tinggi Christchurch, Selandia Baru.


Alayan mengaku dirinya begitu sakit kehilangan putranya.

"Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan apa yang saya alami saat itu .. sampai saat ini pun masih," katanya.

"Sejak 25 Maret hingga saat ini, saya butuh adanya keadilan yang setimpal," ungkapnya.

Pria berjenggot putih ini meminta otoritas Selandia Baru untuk menerapkan ulang regulasi hukuman mati.

Baca: Temukan Suaminya Tergeletak Tak Bernyawa, Muhobo Ali Jama: Aku Duduk di Samping dan Memeluknya

"Keadilan harus seimbang ..Saya mengkhawatirkan keselamatan semua warga Selandia Baru jika hukuman untuk kejahatan ganas (seperti ini) tidak seimbang," tegasnya.

"Terorisme itu tidak beragama," tukasnya mengakhiri pernyataan.

Sebagai informasi, Pengadilan Tinggi Christchurch menggelar sidang vonis terdakwa Brenton Tarrant, dengan menghadirkan penyintas dan keluarga korban yang menceritakan dampak yang mereka rasakan.

Terdakwa bersiap menghadapi hukuman penjara seumur hidup dengan 51 dakwaan pembunuhan, 41 dakwaan percobaan pembunuhan, dan 1 dakwaan terorisme.

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved