TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pihak Istana Negara membantah adanya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Sebelumnya, isu reshuffle kabinet sempat ramai dibicarakan Juni lalu.
Tepatnya setelah Video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memarahi para menteri diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, (28/6/2020).
Dari video tersebut, publik hingga pengamat mulai membicarakan adanya isu reshuffle kabinet.
Pasalnya, Jokowi tak ragu memberikan kritik tegas pada kinerja bawahannya.
Jokowi memang tak menyebut dengan jelas siapa saja menteri yang menjadi sasaran tegurannya.
Namun beberapa pos kementerian sempat disinggung tak memiliki progress yang signifikan oleh sang presiden.
Baca: Soal Wacana Reshuffle, Politisi PKB Sebut Dua Menteri Ini Layak Direshuffle
Baca: Isu Reshuffle Kabinet, Tiga Menteri Dikabarkan Akan Diganti: Menkes, Menparekraf dan Mendikbud
Beberapa bulan berselang, Istana membantah bahwa reshuffle kabinet akan dilaksanakan.
Dikutip dari Tribunnews.com, bantahan dikatakan langsung oleh Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman kepada wartawan, Jumat, (21/8/2020).
"Tidak ada reshufle," tegas Fadjroel.
Semua menteri saat ini menurutnya sedang fokus bekerja, khususnya dalam menghadapi Pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan.
"Semua menteri fokus dan bekerja keras menghadapi Covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional," katanya.
Daftar pos kementerian yang akan direshufle menurut prediksi Indonesia Police Watch
Kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju sempat diperkuat dengan adanya larangan dimana para meneteri dilarang berpergian hingga 22 Agustus.
Indonesia Police Watch (IPW) telah memprediksi rotasi dan pergantian kabinet oleh Jokowi.
Pergantian atau pergeseran kabinet tersebut dilakukan Jokowi setelah adanya pergantian Panglima TNI.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane bahkan menyebut setidaknya ada 11 hingga 18 anggota kabinet yang bakal digeser atau berganti tugas.
Di antaranya Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi, Menkumham, Menpora, Mendikbud dan Menteri Pariwisata.
Selain itu, Menteri Perdagangan, Menaker, Mensos, Menteri Kominfo, Menkes, Menteri Perindustrian, Meneg BUMN, Menteri Agama, Kepala Bulog, dan beberapa kementerian lain.
Neta menyampaikan nantinya jumlah menteri yang memiliki latar belakang dari kepolisian di kabinet juga diprediksi bertambah.