TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala regulator vaksin di Jerman mengatakan vaksinasi virus corona dapat dilakukan kepada sejumlah penduduk di negara itu mulai awal tahun 2021.
Sementara itu, lebih dari setengah lusin perusahaan farmasi di seluruh dunia sedang melakukan uji klinis vaksin Covid-19 dengan melibatkan puluhan ribu sukarelawan.
Perusahaan tersebut berharap dapat mengetahui apakah vaksin mereka manjur dan aman pada akhir tahun ini.
Dilansir dari Reuters, (19/8/2020), Klaus Cichutek, kepala Institut Paul Ehrlich, Klaus Cichutek mengatakan kepada kelompok surat kabar Funke bahwa data uji klinis tahap I dan II memperlihatkan beberapa vaksin memicu respons kekebalan dalam melawan virus corona.
"Jika data dari uji coba tahap III memperlihatkan vaksin efektif dan aman, vaksin pertama dapat disetujui pada awal tahun 2021, dan mungkin dengan kondisi-kondisi yang tercantum," kata dia.
Baca: Segini Harga Vaksin Covid-19 Milik Perusahaan Sinopharm China, Pimpinan Tekan Harga Agar Tak Mahal
"Berdasarkan keyakinan dari para pembuatnya, dosis pertama untuk orang-orang di Jerman akan tersedia saaat itu, sesuai dengan prioritas yang ditetapkan oleh Komite Tetap Vaksinasi," kata Cichutek.
Kasus infeksi di Jerman meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Data dari Robert Koch Institute pada Rabu, (19/8/2020), menunjukkan ada kasus baru sebanyak 1.510 dan total kasus mencapai 226.914.
Institute itu mengatakan 39 persen dari kasus tersebut mungkin adalah kasus impor.
Infeksi dalam beberapa pekan ini kemungkinan berasal dari Kosovo, Turki, dan Kroasia
Beberapa perusahaan, termasuk Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer Inc, mengatakan mereka masng-masing berharap dapat membuat lebih dari semilyar dosis vaksin tahun depan.
Baca: Rusia Unjuk Gigi dengan Sputnik V, China Ikut Rilis Vaksin Covid-19 bernama Ad5-nCoV
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, brharap bisa menjual vaksin pada pertengahan tahun 2021.
Vladimir Putin Umumkan Vaksin Buatan Rusia Efektif Kembangkan Imun Tubuh Relawan
Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim negaranya menjadi yang pertama kali mendaftarkan dan memproduksi vaksin Virus Corona, Selasa (11/8/2020).
Dilansir Sputniknews.com, vaksin yang diproduksi Rusia untuk melawan Virus Corona atau Covid-19 dikembangkan Gamaleya Research Institute.
Proses uji klinis vaksin Rusia ini telah dilakukan sejak 18 Juni lalu dan terbukti mampu mengembangkan kekebalan tubuh 38 orang relawannya.
Presiden Vladimir Putin mengumumkan perkembangan itu, Selasa pagi waktu Moskow, saat pertemuan pemerintah.
Baca: Vladimir Putin Umumkan Perkembangan Vaksin Covid-19, Klaim Rusia Negara Pertama yang Produksi Vaksin
Presiden juga meminta Menteri Kesehatan Mikhail Murashko untuk terus memberi tahu dia tentang vaksin itu.
Pada saat yang sama dia juga mengatakan dia tahu (vaksin) itu bekerja dengan cukup efektif dan membentuk kekebalan yang stabil.
"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden Putin.
Putin lebih lanjut berterima kasih kepada semua orang yang bekerja pada vaksin pertama untuk melawan Virus Corona, dan menggambarkannya sebagai "langkah yang sangat penting bagi dunia".
Baca: Khawatir Monopoli oleh Negara Besar, WHO Minta Tidak Ada Nasionalisme Penemuan Vaksin Covid-19