Vladimir Putin Umumkan Perkembangan Vaksin Covid-19, Klaim Rusia Negara Pertama yang Produksi Vaksin

"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden Putin.


zoom-inlihat foto
presiden-rusia-vladimir-putin.jpg
news.sky.com
Vladimir Putin menjabat sebagai presiden Rusia dari 2000 hingga 2008, dan terpilih kembali sebagai presiden pada 2012. Dia sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri Rusia.


"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden Putin.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan dan memproduksi vaksin Virus Corona, pada Selasa (11/8/2020).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, yang diwartakan oleh Sputniknews.com.

Diketahui, vaksin Rusia guna melawan Virus Corona dikembangkan Gamaleya Research Institute.

Uji klinis vaksin diakukan sejak 18 Juni, dan semua 38 relawan terbukti mampu mengembangkan kekebalan.

Presiden Vladimir Putin mengumumkan perkembangan itu, Selasa pagi waktu Moskow, saat pertemuan pemerintah.

Presiden juga meminta Menteri Kesehatan Mikhail Murashko untuk terus memberi tahu dia tentang vaksin itu.

Baca: WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Belum Bisa Dilakukan Awal 2021

Baca: Ini Alasan Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac dari China Diuji Klinis Fase 3 di Indonesia

Pada saat yang sama dia juga mengatakan dia tahu (vaksin) itu bekerja dengan cukup efektif dan membentuk kekebalan yang stabil.

"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden Putin.

Putin lebih lanjut berterima kasih kepada semua orang yang bekerja pada vaksin pertama untuk melawan Virus Corona, dan menggambarkannya sebagai "langkah yang sangat penting bagi dunia".

“Saya berharap rekan-rekan kita di luar negeri juga bisa maju, dan akan ada cukup banyak produk yang bisa digunakan di pasaran, di pasaran dunia untuk obat-obatan dan vaksin,” lanjut Putin.

Hasil studi awal para ilmuwan Kings's College di Inggris menunjukkan kekebalan yang dimiliki pasien sembuh dari Covid-19 hanya bertahan beberapa bulan. Foto: Perusahaan farmasi Zydus Cadila pada 3 Juli 2020 merilis foto seorang pekerja farmasi yang memperlihatkan vaksin yang dikembangkan perusahaan itu untuk mencegah infeksi virus corona.
Hasil studi awal para ilmuwan Kings's College di Inggris menunjukkan kekebalan yang dimiliki pasien sembuh dari Covid-19 hanya bertahan beberapa bulan. Foto: Perusahaan farmasi Zydus Cadila pada 3 Juli 2020 merilis foto seorang pekerja farmasi yang memperlihatkan vaksin yang dikembangkan perusahaan itu untuk mencegah infeksi virus corona. (HANDOUT / ZYDUS CADILA / AFP)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved