Khawatir Monopoli oleh Negara Besar, WHO Minta Tidak Ada 'Nasionalisme' Penemuan Vaksin Covid-19

Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan vaksin Covid-19 yang dibuat negara besar untuk tidak dimonopoli dan dibagikan ke negara miskin.


zoom-inlihat foto
tedros-adhanom-ghebreyesus-who-virus-corona.jpg
Tangkap Layar video bbc.com
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom. WHO meminta negara-negara besar untuk tidak memonopoli vaksin Covid-19 agar penularan di dunia bisa dibendung.


Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan vaksin Covid-19 yang dibuat negara besar untuk tidak dimonopoli dan dibagikan ke negara miskin.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 belum kunjung reda.

Covid-19 yang mulai merebak dari Wuhan, China ini sudah memakan banyak korban jiwa di dunia.

Belum adanya vaksin efektif yang menangkal Covid-19 membuat banyak negara dan lembaga kesehatan berlomba membuat riset vaksin.

Negara seperti China, Amerika Serikat hingga Jerman kini sedang berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin Covid-19 yang efektif.

Meski begitu, banyaknya negara maju nan besar yang berlomba menemukan vaksin Covid-19, ternyata membuat organisasi kesehatan dunia atau WHO khawatir akan munculnya monopoli vaksin

WHO pun mengingatkan agar negara-negara besar dunia agar tidak melakukan monopoli pembuatan dan penggunaan vaksin Covid-19.

Menurut WHO, virus corona akan terus menyebar dan menular diseluruh muka bumi jika penanggulangannya tidak holistik ke semua negara, termasuk kelompok negara-negara ketiga atau negara miskin.

Dalam pernyataannya, WHO menyatakan istilah "nasionalisme vaksin", dan hasilnya akan percuma jika vaksin corona hanya dimonopoli negara-negara besar yang kaya.

Baca: Info Terbaru Perkembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sudah Masuk Tahap Uji Klinis Tahap III

Baca: Diuji Coba pada 30 Ribu Orang, Vaksin Covid-19 Moderna dari Amerika Siap Produksi Akhir 2020

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara tersebut untuk tetap menyebarkan vaksin ke seluruh negara jika sudah ditemukan kelak kemudian hari.

Tedros menyebut, nasionalisme vaksin akan menjadi batu sandungan nyata dalam penanggulangan Covid-19.

Foto: Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) pada 3 Juli 2020. WHO merilisi pedoman baru pada Kamis (9/7/2020) setelah mengakui bahwa virus corona bisa menular melalui perantara udara.
Foto: Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) pada 3 Juli 2020. WHO merilisi pedoman baru pada Kamis (9/7/2020) setelah mengakui bahwa virus corona bisa menular melalui perantara udara. (FABRICE COFFRINI / POOL / AFP)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved