Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Republik Demokrasi Jerman atau dikenal sebagai Jerman Timur pada 13 Agustus 1961 mulai membangun tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Barat.
Tembok ini bernama "Antifascistischer Schutzwall" atau "Benteng Antifasis" dan kemudian lebih dikenal dengan nama Tembok Berlin.
Tujuan resmi dari pembangunan Tembok Berlin adalah menghalangi para "fasis" Barat memasuki Jerman Timur sehingga mereka tidak bisa mengacau di negara sosialis itu.
Namun, tujuan utama dari Tembok Berlin adalah mencegah penduduk Jerman Timur pergi ke Jerman Barat.
Bertahan selama hampir 4 dekade, tembok mulai diruntuhkan pada 9 November 1989.
Tembok Berlin kemudian menjadi salah satu simbol Perang Dingin yang paling kuat dan bertahan lama.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Japan Airlines Flight 123 Jatuh, Kecelakaan Tunggal Terburuk Sepanjang Masa
Pemisahan Jerman #
Jerman kalah dalam Perang Dunia II dan Sekutu menguasai Jerman.
Sekutu kemudian membagi Jerman menjadi empat zona pendudukan sesuai dengan kesepakatan di Konferensi Postdam.
Bagian barat diduduki oleh Amerika Serikat (AS), Britania Raya, Prancis, sedangkan Uni Soviet mendapatkan bagian timur.
Hal yang sama juga berlaku di Berlin, Ibu Kota Jerman.
Namun, hubungan antara Uni Soviet dan tiga negara Sekutu itu memburuk dengan cepat.
Jerman bagian barat kemudian menjadi simbol demokrasi, sedangkan menjadi simbol kekuatan komunisme.
Pada tahun 1949, tiga zona yang diduduki AS, Britania Raya, dan Prancis bersatu membentuk Jerman Barat atau Republik Federal Jerman (RFJ).
Sementara di zona yang diduduki Uni Soviet dibentuk Jerman Timur atau Republik Demokatik Jerman (RDJ).
Meskipun Berlin berada di zona Soviet, kota itu juga dibagi menjadi Berlin Barat (di bawah AS, Britania Raya, dan Prancis) dan Berlin Timur (di bawah Soviet).[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Agustus 1960: Chad Merdeka Penuh dari Prancis
Pembangunan #
Pada akhir 1950-an banyak penduduk yang ingin keluar dari Jerman Timur.
Mereka merasa tidak bisa lagi hidup di bawah tekanan dan kondisi yang buruk.
Akhirnya mereka memutuskan pergi menuju ke Berlin Barat.
Meskipun beberapa dari mereka dihentikan, ratusan ribu orang berhasil melintasi perbatasan.[3]
Dari tahun 1949 hingga 1961, ada sekitar 2,5 juta penduduk Jerman Timur yang lari ke Jerman Barat.
Beberapa dari mereka adalah pekerja terampil, profesional, dan intelektual.
Perginya mereka, mengancam kelangsungan ekonomi Jerman Timur.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ferdinand Magellan Memulai Ekspedisi Keliling Dunia untuk Mencapai Maluku
Pemerintah Jerman Timur kemudian memutuskan membuat pembatas yang menghalangi akses penduduk Jerman Timur ke Berlin Barat.
Pembatas itu adalah tembok yang mulai dibangun pada malam tanggal 13 Agustus 1961.
Tembok ini awalnya dibangun mengunakan kawat berduri dan cinder block.
Namun, kemudian digantikan dengan tembok beton yang tingginya mencapai 5 meter.
Tembok ini dijaga dengan menara pengawas, landasan meriam, dan ranjau
Pada tahun 1980, tembok ini dialiri listrik dan diperpanjang sejauh 45 km melewati Berlin dan membaginya menjadi dua.
Setelah itu diperpanjang lagi sejauh 120 km dan mengelilingi Berlin Barat.[4]
Keruntuhan #
Setiap orang akan ditembak apabila berusaha melarikan diri dengan melewati tembok ini.
Berbagai cara dilakukan oleh penduduk untuk melarikan diri, misalnya dengan terowongan, balon udara, dan bahkan kereta api.
Pada tahun 1989, penduduk Jerman Timur merasa muak dengan tembok ini.
Mereka melakukan demonstrasi besar dan meminta demokrasi.
Sementara itu blok Soviet dilanda krisis ekonomi dan ada reformasi politik.
Pada malam tanggal 9 November 1989, seorang pejabat partai di Berlin Timur mengumumkan mengenai akan adanya perubahan kebijakan perjalanan.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ekspedisi Kon-Tiki Berakhir, Pembuktian Asal-usul Penduduk Pasifik Selatan
Namun, pesan itu terdengar tidak jelas dan malah seperti pengumuman bahwa Jerman Timur telah membuka perbatasan.
Ribuan penduduk Berlin Timur kemudian membanjiri perbatasan di sepanjang tembok.
Para penjaga yang kebingungan akhirnya membuka gerbang.
Para penduduk Berlin kemudian mulai menghancurkan tembok itu dengan palu besar dan alat pahat.
Kurang dari sebulan kemudian, Republik Demokrasi Jerman runtuh dan Jerman kembali bersatu.[5]
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Tembok Berlin mulai dibangun |
|---|
| Pada | 13 Agustus 1961 |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.thoughtco.com
3. www.britannica.com
4. www.nationalgeographic.com