Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ekspedisi atau pelayaran Kon-Tiki yang dilakukan Thor Heyerdahl dan kawannya berakhir pada 7 Agustus 1947.
Thor Heyerdahl adalah ahli zoologi Norwegia yang ingin membuktikan bahwa pribumi Polinesia di Pasifik adalah imigran dari Peru, Amerika Serikat, bukan dari Asia Tenggara.
Dalam ekspedisi Kon-Tiki, Thor Heyerdahl dan temannya menggunakan rakit yang terbuat dari enam batang kayu balsa.
Mereka ingin menunjukkan bahwa pelayaran kuno dengan rakit dari Benua Amerika ke Polinesia pernah terjadi dan memungkinkan.
Mereka berangkat dari Callao, Peru, pada 28 April 1947 dan berakhir pada 7 Agustus 1947 setelah rakit mereka rusak karena karang dan ombak.
Namun, mereka berhasil mendarat dengan selamat di atol Raroia, Kepualauan Tuamotu, dekat Tahiti.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Bom Atom Little Boy Dijatuhkan di Hiroshima dan Menewaskan 80 Ribu Orang
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Nelson Mandela Ditangkap karena Dituduh Menghasut para Buruh
Thor dan teori asal-asal usul penduduk Pasifik #
Thor Heyedahl lahir pada 6 Oktober 1914 di Larvik, Norwegia.
Ibunya adalah kepala perkumpulan museum di Larvik dan menginspirasi Thor untuk studi hewan dan ilmu alam.
Thor yang menyukai alam kemudian bercita-cita menjadi seorang penjelajah.
Dia mengambil studi biologi dan geografi di Universitas Oslo pada tahun 1933.
Tiga tahun kemudian, Thor menikahi Liv Coucheron Torp dan memutuskan pergi ke Polinesi Prancis.
Namun, sebelum ke sana, mereka mengunjungi Tahiti.
Suatu ketika, dia merasa mendapatkan penemuan menarik di Pulai Fatu Hiva dan Pulau Hivoa.
Thor kemudian mengeluarkan teori: Penduduk Amerika Selatan adalah orang pertama yang tinggal di Polinesia.[2]
Saat itu, mayoritas sarjana berpendapat orang-orang Polinesia berasal dari Asia Tenggara.
Namun, keberadaan kentang manis dari Amerika Selatan di Polinesia dan kemiripan patung kuno di benua itu dan Fatu Hiva dianggap Thor sebagi bukti dari teorinya.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Marilyn Monroe Ditemukan Meninggal karena Overdosis
Dia juga mengatakan ada kesamaat fisik, ritual, dan mitos di kedua tempat itu.
Thor mendengar dari seorang tetua yang berbicara tentang dewa bernama Tiki, yang membawa leluhurnya ke Fatu Hiva dari wilayah luas di timur.[3]
Kon-Tiki mengarungi lautan #
Thor meyakini bahwa penduduk Amerika Selatan pergi ke Polinesia dengan menggunakan rakit dari kayu balsa.
Saat itu, pada tahun 1937, teorinya disangkal oleh komunitas antropologi dan ilmu pengetahuan.
Untuk membuktikan teorinya, dia membuat sebuah tim kecil dan menuju ke Peru.
Di sana mereka membuat sebuah rakit dari batang kayu balsa, tali, dan berbagai material yang digunakan para pribumi yang terekam di ilustrasi para penakluk dari Spanyol.
Rakit itu dinamakan Kon-Tiki, disebut sebagai nama lama Dewa Matahari orang Inca.
Hanya ada beberapa peralatan modern yang dibawanya, misalnya radio, jam tangan, peta laut, sextant, dan pisau logam.
Thor dan kelima temannya berangkat dari Callao, Peru, pada 28 April 1947.[4]
Kon-Tiki memiliki layar persegi besar dan bergambar dewa berjanggut.
Rakit itu dibawa mengarungi Pasifik oleh angin timur laut.
Meski rakit itu membawa radio yang digunakan untuk pengamatan cuaca dan oseanografi, penyelamatan tidak akan bisa dilakukan jika terjadi sesuatu.
Mereka berada di tempat terpencil di Samudra Pasifik.
Keenam orang itu hanya menggunakan matahari, bintang, arus laut, dan angin sebagai alat bantu navigasi.
Setiap pagi mereka mengumpulkan ikan terbang jatuh di rakit untuk dimakan.
Namun, mereka juga memiliki tantangan mengerikan karena menghadapi ancaman hiu paus.
Pada hari ke-93, mereka melihat pohon palem di kaki langit.
Seminggu kemudian, mereka melihat karang di sisi kanan kapal.
Pada 7 Agustus 1947, rakit rapuh itu mendekati karang, ada ombak besar yang menghantam rakit.
Tiang rakit patah dan ombak membawa mereka ke atol Raroia di Kepulauan Tuamotu dekat Tahiti.
Semua mendarat dengan selamat setelah berlayar sejauh 4.300 mil dalam 101 hari.
Thor membuktikan bahwa pelayaran kuno dari Amerika Selatan ke Polinesia memungkinkan.[4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gunung Asama Meletus dan Sebabkan Kelaparan yang Menewaskan 20.000 Orang
Kritik terhadap Thor #
Thor menceritakan pelayarannya dalam sebuah buku berjudul "Kon-Tiki: Across the Pacific by Raft" yang terbit tahun 1950.
Ada juga film dokumenter pada tahun berikutnya yang memenangkan Academy Award.
Thor terus melakukan ekspedisi penelitian ke Pulau Paskah, Galapagos, dan Amerika Selatan sampai dia meninggal tahun 2002.[5]
Namun, teori dan pembuktian yang dilakukan Thor tidak mendapat dukungan dari para sarjana.
Berbagai bukti lain seperti tradisi lisan, data arkelogi, struktur lingustik dan jejak tanaman yang ditanam manusia menunjukkan bahwa orang Polinesia berasal dari Asia Tenggara.
Selain itu, ada juga bukti kuat bahwa orang Polinesia mencapai Benua Amerika, bukan sebaliknya.[6]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 Agustus 1492: Christopher Columbus Mulai Berlayar ke Dunia Baru Amerika
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Ekspedisi Kon-Tiki berakhir |
|---|
| Pada | 9 Agustus 1947 |
|---|
Sumber :
1. www.kon-tiki.com.au
2. www.kon-tiki.no
3. www.history.com
4. www.smithsonianmag.com