Hari Ini dalam Sejarah 11 Agustus 1960: Chad Merdeka Penuh dari Prancis

Prancis telah menguasai Chad, Negara di Benua Afrika, sejak dekade terakhir abad ke-19.


zoom-inlihat foto
para-prajurit-kanem-bu.jpg
Wikimedia Commons/Elisee Reclus/NYPLDigitalGallery
Para prajurit Kanem-Bu. Kekaisaran Kanem-Bornu Empire pernah menguasai hampir semua wilayah yang kini disebut Chad.

Prancis telah menguasai Chad, Negara di Benua Afrika, sejak dekade terakhir abad ke-19.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Chad, salah satu negara di Afrika Tengah, merdeka dari Prancis pada 11 Agustus 1959.

Sebelumnya, Prancis telah menguasai Chad sejak dekade terakhir abad ke-19.

Pada tahun 1910, Chad bergabung dengan federasi yang lebih besar bernama Afrique Équatoriale Française (AEF).

AEF dibubarkan pada tahun 1959 dan Chad merdeka setahun kemudian dengan Francois Tombalbaye sebagai presiden pertamanya.

Namun, tak lama kemudian muncul perang saudara antara Muslim di utara dan Kristen/penganut animisme di selatan.

Kepemimpinan Tombalbaye menjadi semakin brutal dan dia dikudeta oleh Jenderal Felix Malloum pada tahun 1975.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ferdinand Magellan Memulai Ekspedisi Keliling Dunia untuk Mencapai Maluku

François Tombalbaye, presiden pertama Chad
François Tombalbaye, presiden pertama Chad (Wikimedia Commons/Moshe Pridan)


Chad adalah salah satu tempat yang diduga menjadi tempat kemunculan manusia.

Di sana pernah ditemukan tengkorak berumur 7 juta tahun yang mirip tengkorak manusia.

Pada 7.000 tahun yang lalu Chad tidak segersang saat ini dan manusia hidup dan bertani di sekitar danau-danau.

Para pribumi Sao yang hidup di sepanjang sungai Chari pada milenium pertama Masehi kemudian berada di bawah kerajaan Kamen-Bornu dan Baguirmi.

Tempat itu menjadi persilangan jalan untuk rute perdagangan trans-Sahara.

Setelah kerajaan-kerajaan tengah runtuh, wilayah itu menjadi terbelakang dan dikuasai suku-suku lokal.

Para Arab pedagang budak juga sering menyerbu tempat itu.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ekspedisi Kon-Tiki Berakhir, Pembuktian Asal-usul Penduduk Pasifik Selatan


Pada periode antara tahun 1880 dan 1900 Chad bagian utara dikuasai oleh Rabah Zubair Fadlallah (1840 -1900, seorang panglima perang dan pedagang budak.

Prancis juga mulai mengirim ekspedisi pada periode itu untuk menguasai Chad.

Usaha Prancis mendapat rintangan dari Rabah dan keduanya sering terlibat perang.

Rabah kemudian kalah pada tahun 1900 setelah Prancis mengirim lebih banyak pasukan.

Karena melawan Prancis, Rabah sering dianggap sebagai pahlawan oleh orang Afrika.

Berbagai kerajaan dan entitas politik kemudian ditaklukkan Prancis selama 20 tahun kemudian.

Prancis membangun administrasi kolonialnya di Kota N'djamena.

Chad awalnya berada di bawah gubernur jenderal di Brazzaville (Kongo).

Namun, pada tahun 1910 Chad bergabung dengan federasi yang lebih besar bernama of Afrique Équatoriale Française.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Bom Atom Little Boy Dijatuhkan di Hiroshima dan Menewaskan 80 Ribu Orang

Chad menjadi salah satu koloni Prancis yang tidak terurus dan tidak perkembangan infrastruktur ekonomi.

Rekrutmen paksa kepada penduduk Chad untuk menjadi prajurit menjadi isu besar di Chad.

Selain itu ada pula eksplotasi dalam bentuk kerja paksa.

Kurangnya administrator sipil membuat Prancis bergantung kepada para pemimpin lokal.

Koloni ini menjadi tempat mengerikan karena sering juga terjadi kelaparan.

Diperkirakan ada sekitar 30.000 orang yang meninggal karena kelaparan antara tahun 1913-1918.[3]

  • Kemerdekan


Pada 1939, Chad memiliki sumbangsih besar terhadap Prancis ketika Perang Dunia II berlangsung.

Chan juga menjadi salah satu wilayah yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari "Pranciss Merdeka" setelah negara itu menyerah kepada Jerman pada tahun 1940.

Setelah Perang Dunia berakhir, beberapa kebijakan kolonial yang buruk mulai dihapuskan.

Partai politik juga mulai dilegalkan pada tahun 1946.

Meski demikian, ada dua sistem pemungutan suara yang berbeda dan kurangnya hak pilih hak universal sampai tahun 1956.

Ada dua partai yang mendominasi dan berjuang untuk mendapat kemerdekaan dari Prancis.

Kedua partai itu adalah Chadian Progressive Party (PPT) dan Chadian Democratic Union (UDT).

UDT mewakili penduduk Muslim, sedangkan PPT mendapat dukungan dari Chad bagian selatan.[4]

Otonomi yang luas diberikan di bawah hukum konstitutional 1957.

Saat itu pemerintahan teritorial pertama dibentuk oleh Gabriel Lisette, pria dari Hindia Barat yang menjadi pemimpin PPT.

Sebuah republik otonom di dalam Komunitas Prancis diproklamirkan pada November 1958.

Kemudian, kemerdekaan penuh dari Prancis didapatkan pada 11 Agustus 1960.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Nelson Mandela Ditangkap karena Dituduh Menghasut para Buruh

  • Pasca-kemerdekaan


Stabilitas Chad setelah merdeka diganggu oleh ketegangan antara kulit hitam dan penduduk Kristen dan Muslim konservatif di utara.

Lisette digulingkan oleh N'Garta Tombabaye, seorang pemimpin serikat buruh selatan.

Tombabaye kemudian menjadi presiden pertama republik tersebut.

Namun, Chad dilanda perang saudara pada tahun 1960-an dan ketegangan terus terjadi.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Marilyn Monroe Ditemukan Meninggal karena Overdosis

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Chad merdeka dari Prancis
Pada 11 Agustus 1960
   


Sumber :


1. www.thoughtco.com
2. www.sahistory.org.za
3. www.britannica.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved