TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tak sedikit orang mengalami masalah dengan tidurnya.
Hal tersebut pun juga disebabkan oleh berbagai faktor.
Sebagai infromasi, kurang tidur ini bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental.
Peneliti juga mengungkap kurangnya tidur tersebut mampu membuat pikiran kurang fokus dan bisa mengganggu produktivitas.
Dilansir dari Tribunnewswiki dari Medical News via Kompas.com, ada bahaya lain yang menghantui untuk orang yang kurang tidur ini.
Baca: Inilah Waktu Terbaik untuk Berhubungan Intim dengan Pasangan, Simak Tipsnya
Baca: Tips Mengatasi Bosan saat Belajar, Jawaban Belajar dari Rumah TVRI SMA/SMK 7 Agustus 2020
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog dari Norwegia, membuat riset yang diterbitkan oleh the journal Sleep mengungkap tentang hubungan kurang tidur dan kebahagiaan seseorang.
Penelitian tersebut membuktikan, walaupun waktu tidur berkurang hanya 2 jam saja dari durasi normal, hal tersebut mampu membuat kita sulit merasakan kebahagiaan sepenuhnya.
Kurang tidur sudah memberikan bukti tentang berbagai masalah kognitif dan emosional.
Masalah kurang tidur pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental jika dalam jangka waktu yang lama.
Dikutip dari National Sleep Foundation AS , pihaknya merekomendasikan supaya para remaja untuk tidur selama delapan sampai sepuluh jam semalam.
Kemudian juga merekomendasikan ornag dewasa di bawah 65 tahun untuk tidur tujuh sampai sembilan jam setiap malam.
Tak dipungkiri, ada banyak faktor yang menjadi penyebab banyak orang mempunyai waktu tidur yang kurang.
Sebagai informasi, para peneliti telah melakukan riset untuk memeriksa pola tidur.
Baca: Begini Tips Makan Daging Sapi dan Kambing dari Kurban Idul Adha tanpa Takut Kolesterol Naik
Baca: Jangan Cuci Pakai Air, Simak Tips Membersihkan Daging Sapi yang Benar dari Chef Hotel Berbintang
Mereka melibatkan 52 orang berusia 18 hingga 35 tahun dengan waktu riset selama 11 hari.
Para peserta ini diminta untuk tidur normal selama 1 minggu atau tujuh hari.
Kemudian, selama tiga hari terakhir para peserta ini diminta untuk tidur lebih lambat dua jam namun tetap bangun seperti biasa.
Hasil
Usai melewati adanya pengujian dan analisis data, para peneliti telah mengambil kesimpulan.
Penelitian ini membuktikan, kurang tidur,walaupun cuma dua jam, dapat mempengaruhi kemampuan manusia untuk mengelola stres dan hal negatif pada kehidupan.
Saksvik-Lehouillier, salah seorang peneliti tersebut mengatakan, masalah ini menjadikan orang yang kurang tidur kurang mampu merasakan emosi positif.