"Saya tidak akan mengotak-atiknya. Mereka bertahan dalam perubahan besar di politik, ekonomi, maupun dalam demokrasi kita," paparnya.
Meski sudah melakukan prediksi sejak 1982, Lichtman mengaku dia masih merasakan gugup karena tekanan setiap agenda empat tahunan tersebut.
"Saya sudah berusia 73 tahun. Meski begitu, setiap kali saya berhasl memprediksinya, saya seperti mendapatkan kupu-kupu," ujar Lichtman.
Ada satu catatan menarik di mana pada 2000, Lichtman sempat melayangkan prediksi bahwa Al Gore bakal memenangkan Pilpres AS.
Meski mantan wakil Bill Clinton periode 1993-2001 itu menang dalam popular vote, dia mengalami kekalahan dalam electoral wiayah Florida.
Sebabnya adalah keputusan Mahkamah Agung AS menghentikan perhitungan kembali.
Pada akhirnya, Al Gore pun kalah dari George W Bush.
AS waspada China dan Rusia jelang Pilpres 2020
Keberadaan China yang kini selalu menjadi "kambing hitam" pemerintahan Donald Trump dalam berbagai masalah dinegaranya juga semakin digencarkan oleh sang presiden.
Terbaru, disebutkan Amerika Serikat menyiratkan China dan Rusia hendak ikut campur dalam pilpres di negaranya.
AS menyebut China tak ingin Donald Trump kembali menang, sedangkan Rusia disebut terlibat dalam pelemahan capres dari Demokrat, Joe Biden.
menuding peretas atau hacker pemerintah China akan menargetkan infrastruktur pemilihan umum di negeri Paman Sam tersebut menjelang pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang.
Baca: Beri Tunjangan Rp5,8 Juta Per Minggu bagi Pengangguran, Trump: Itu Bukan Salah Mereka, Salah China
Baca: Siap Diblokir Donald Trump di Amerika Serikat, Ini Pernyataan TikTok
Selain China, Amerika Serikat juga menduga Rusia tengah mencoba melemahkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Mengutip Reuters, Senin (10/8), Panasihat keamanan Gedung Putih, Robert O'Brien mengatakan pada hari Minggu bahwa peretas yang terkait dengan pemerintah China ingin merusak infrastruktur pemilu AS.
Tuduhan O'Brien ini menunjukkan tingkat yang lebih aktif dibandingkan dugaan campur tangan China sebelumnya.
Sebelumnya, kantor Direktur Inteligen Nasional yang mengatakan, China telah memperluas upaya pengaruhnya dan bahwa Rusia sudah mencoba melemahkan kandidat Demorat Joe Biden.
"Mereka ingin melihat Presiden (Trump) kalah," kata O'Brien di CBS Face the Nation.
Ia melanjutkan, China seperti halnya Rusia dan Iran telah terlibat dalam serangan dunia maya dan phishing dan hal semacam itu sehubungan dengan infrastruktur pemilu AS dan situs web serta sejenisnya.
Namun China secara konsisten membantah klaim pemerintah AS bahwa mereka meretas perusahaan, politisi atau pun lembaga pemerintah AS.
"Pemilihan presiden AS adalah urusan internal, kami tidak tertarik untuk ikut campur di dalamnya," kata juru bicara kementerian luar negeri China Geng Shuang pada bulan April.
Baca: Ancam Boikot, Donald Trump Beri Waktu 45 HariTikTok dan WeChat Menyerahkan Diri ke AS
Baca: Sebut Anak-Anak Hampir Kebal dari Virus Corona, Postingan Donald Trump di Facebook Ditarik