TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) siap dihelat pada bulan November 2020 ini.
Dua kandidat yang berkontes yakni ada petahana Donald Trump dari Partai Republik dan lawannya Joe Biden dari Partai Demokrat.
Kedua pihak saat ini sudah memulai kampanye jelang Pilpres AS 2020 November nanti.
Berbagai cara, manuver, dan isu-isu menjadi hal krusial jelang Pilpres AS 2020.
Beragam isu seperti Covid-19, ekonomi negara yang terguncang hingga rasialisme menjadi topik hangat yang terkait dengan konstelasi Pilpres AS 2020.
Jelang Pilpres AS 2020, berbagai pihak banyak yang meramalkan Donald Trump akan tumbang,
Baca: Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump Dilarikan dari Ruang Rapat
Seorang Profesor sejarah, Allan Lichtman memprediksi bahwa Trump akan tumbang.
Profesor sejarah di American University di Washington DC itu dikenal karena pediksi akuratnya di Pilpres AS.
Menciptakan sistem "13 kunci", Lichtman dengan tepat memprediksi siapa yang akan menjadi orang nomor satu sejak Ronald Reagan pada 1984.
Kini, sang profesor sejarah dengan siste "13 kunci" miliknya memprediksi bahwa Presiden Donald Trump bakal kalah dalam Pilpres AS tahun ini.
"Sistem kunci memprediksi bahwa Donald Trump akan kehilangan tempatnya di Gedung Putih tahun ini," kata dia mengutip CNN Sabtu (8/8/2020).
Baca: Jelang Pilres AS 2020, Gedung Putih Sebut China dan Rusia Hendak Melemahkan Capres Trump dan Biden
Sistem "13 kunci" yang dipergunakan sejarawan berusia 73 tahun itu merupakan model yang bisa dijawab dengan jawaban seperti benar atau salah.
Model itu memasukkan faktor seperti ekonomi, skandal dan krisis politik, hegitu juga dengan karisma personal yang ditunjukkan setiap calon presiden.
Lichtman menjelaskan, resep dari perhitungannya adalah tidak menaruh perhatian pada pandit, jajak pendapat, maupun dinamika kampanye calon.
"Fokusnya hanyalah kepada gambaran besar dari kekuatan maupun penampilan setiap kandidat. Itulah intinya. Gambaran besar," jelasnya.
Jurnalis CNN Chris Cillizza mengatakan, setelah kemenangan Trump di 2016, publik AS nampaknya mulai khawatir dengan prediksi saat Pilpres AS.
"Tetapi, mengabaikan sistem prediksi Lichtman seperti pepatah 'menjulurkan kepala Anda dari pasir'," jelas Cillizza dalam ulasannya.
Sang profesor sejarah kemudian mendapat pertanyaan apakah model yang dikembangkannya bisa menghadapi wabah semacam virus corona.
Dengan percaya diri, dia menjelaskan kunci pengamatannya sudah ada sejak 1860, di mana sistem itu sendiri sudah sedemikian kuat.