Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle Milik TNI AU Tergelincir di Madiun, Pilot Alami Luka Ringan

Pesawat T-50 Golden Eagle Milik TNI AU tergelincir setelah keluar landasan ketika akan lepas landas.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-t-50-golden-eagle-milik-korea-selatan.jpg
Wikimedia Commons/Republic of Korea Armed Forces
Ilustrasi T-50 Golden Eagle milik Korea Selatan. T-50 Golden Eagle tergelincir di Lanud Iswahjudi, Madiun, pada Senin (10/8/2020)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesawat tempur milik TNI AU dikabarkan tergelincir Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, Senin (10/8/2020), pukul 13.00 WIB.

Pesawat tersebut berjenis T-50 Golden Eagle dan tergelincir ketika sedang dalam misi latihan.

T-50 Golden Eagle itu dipiloti seorang seorang siswa pilot TNI AU dan seorang instruktur

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto.

"Itu pesawat dalam rangka latihan normal, sehari-hari," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto dikutip dari Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Fajar mengatakan pesawat tersebut tergelincir setelah pesawat keluar landasan ketika akan lepas landas.

"Nah saat akan take off, keluar landasan, itu siswa (di kokpit depan, siswa pilot TNI AU), belakangnya instruktur," kata dia.

Baca: Bandara Lokasi Kecelakaan Pesawat di India Dikenal Berbahaya, Bisa Ciptakan Ilusi Optik

Fajar mengatakan kedua pilot berhasil menyelamatkan diri setelah keluar dari pesawat tersebut.

Hanya saja, keduanya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawat di rumah sakit.

"Sekarang sedang di rawat di rumah sakit, itu prosedur. Nah, ini kita lihat, itu ada luka-luka ringan," kata Fajar.

16 unit pesawat tempur ringan bermesin jet T 50i Golden Eagle dari Korea Selatan. Ke-16 pesawat tersebut tiba di Indonesia dan diterima Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dari Korea Aerospace Industry (KAI) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
16 unit pesawat tempur ringan bermesin jet T 50i Golden Eagle dari Korea Selatan. Ke-16 pesawat tersebut tiba di Indonesia dan diterima Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dari Korea Aerospace Industry (KAI) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/2/2014). (KOMPAS.com/ICHA RASTIKA)

Pesawat B737 ini rawan mati mesin saat di udara, banyak dipakai di Indonesia

Regulator penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan peringatan kepada maskapai-maskapai di AS yang mengoperasikan jenis pesawat Boeing 737 Next Generation (NG) dan Classic.

Jenis pesawat tersebut, yakni B737 NG (seri 600, 700, 800, dan 900) dan Classic (seri 300, 400, 500), juga banyak dipakai oleh maskapai di Indonesia.

Seperti misalnya Garuda Indonesia yang mengoperasikan B737-800, Lion Air dengan B737-800 dan -900, dan Sriwijaya Air dengan B737-500 dan -800.

Baca: 3 Pesawat Bantuan AS Bakal Mendarat di Lebanon, Dana Rp 220 Miliar Lebih Siap Dikucurkan

Peringatan tersebut ditujukan untuk pesawat yang tidak dioperasikan selama tujuh hari berturut-turut atau lebih.

Menurut FAA, di dalam mesin pesawat CFM56 yang dipakai oleh B737 NG dan Classic, yang tidak beroperasi selama tujuh hari berturut-turut atau lebih, ditemukan korosi (karat) di bagian air valve check.

Jika terdapat korosi, maka bagian mesin tersebut harus diganti sebelum pesawat kembali beroperasi. FAA mengatakan bahwa imbauan tersebut diterbitkan setelah setidaknya ada empat laporan mati mesin yang dialami B737.

Setelah diinvestigasi, insiden itu terjadi akibat komponen air check valve di dalam mesin selalu "nyangkut" dalam kondisi terbuka akibat korosi. Air check valve umumnya terbuka saat mesin pesawat bekerja maksimal, seperti saat takeoff, dan menutup saat berada di ketinggian jelajah (cruising).

Baca: Boeing-737 Alami Kecelakaan saat Mendarat di India: Badan Pesawat Patah Jadi 2 dan Tewaskan 15 Orang

Terbang dengan kondisi air valve check yang "menyangkut" tak bisa menutup itu, menurut FAA bisa mengakibatkan dual engine power loss, atau kedua mesin pesawat mati saat di udara, dan tidak bisa di-restart lagi.

Seri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia
Seri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia (Wikimedia Commons)

Boeing sendiri selaku produsen pesawat B737, mengatakan bahwa pihaknya telah memberitahu seluruh maskapai operator B737 di seluruh dunia, untuk menginspeksi pesawat masing-masing, terutama yang disimpan.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved