3 Pesawat Bantuan AS Bakal Mendarat di Lebanon, Dana Rp 220 Miliar Lebih Siap Dikucurkan

Inisiatif ini dilakukan untuk membahas bantuan kemanusiaan ke Lebanon pasca-meletusnya ledakan di Pelabuhan Beirut awal pekan ini.


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-mengenakan-masker.jpg
ALEX EDELMAN / AFP
Donald Trump siapkan 3 pesawat bantuan AS yang siap mendarat di Lebanon, FOTO: Presiden AS Donald Trump mengenakan masker ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ada tiga pesawat besar AS yang sedang dalam perjalanan ke Lebanon.

Adapun armada paman sam tersebut berisikan persediaan alat kesehatan, makanan, air bersih, personel termasuk regu penyelamat, teknisi, dokter, dan perawat.

Melalui Badan Pembangunan Internasional AS, bantuan lebih dari USD 15 juta (senilai Rp 220 M) akan disalurkan untuk Lebanon.

Angka ini termasuk bantuan makanan sejumlah 50.000 orang selama tiga bulan. 

Trump juga menyatakan akan mengikuti telekonferensi dengan Presiden Lebanon dan para pemimpin negara lainnya pada Minggu (9/8/2020).

Dialog antar-pemimpin dilakukan untuk membahas bantuan kemanusiaan ke Lebanon pasca-meletusnya ledakan di Pelabuhan Beirut awal pekan ini.

Baca: Lebanon Berduka, Update Ledakan di Pelabuhan: 137 Tewas, 5000 Lebih Terluka

Melalui Twitter, Trump menyebut dirinya akan berbicara secara terpisah dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang turut ikut dalam pertemuan virtual tersebut.

"Kami akan melakukan telekonferensi pada Minggu dengan Presiden Macron, para pemimpin Lebanon, dan para pemimpin belahan negara lainnya. Semuanya ingin ikut menolong!", cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Dalam jumpa pers di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, Trump menjelaskan AS sedang bekerja dengan pejabat Lebanon mencatat kebutuhan bantuan kesehatan.

"Kami akan memberikan bantuan lebih lanjut kedepannya," terang Trump, dilansir Reuters, (8/8/2020).

Lebanon, sebuah negara bekas koloni Prancis, pada akhir pekan ini sedang dirundung duka.

Korban tewas diperkirakan telah mencapai lebih dari 154 jiwa.

Sementara lebih dari 5000 orang mengalami luka-luka.

Trump dan Macron diketahui sempat berbicara melalui telepon.

Baca: PBB Gotong Royong Bantu Lebanon, Kucurkan Dana Rp 132 M

WASHINGTON, DC - 14 JULI: Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media di Rose Garden di Gedung Putih pada 14 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump berbicara tentang beberapa topik termasuk kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pasar saham dan hubungan dengan China ketika coronavirus terus menyebar di AS, dengan hampir 3,4 juta kasus yang dikonfirmasi.
WASHINGTON, DC - 14 JULI: Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media di Rose Garden di Gedung Putih pada 14 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump berbicara tentang beberapa topik termasuk kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pasar saham dan hubungan dengan China ketika coronavirus terus menyebar di AS, dengan hampir 3,4 juta kasus yang dikonfirmasi. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)

Presiden AS mengungkapkan dukanya yang mendalam atas hilangnya nyawa dan kehancuran di Beirut, lapor jubir Gedung Putih, Judd Deere, dalam sebuah pernyataan.

Bantuan

Prancis dan sejumlah negara lain telah mempercepat pengiriman bantuan ke Lebanon.

Para dokter, peralatan kesehatan, dan makanan menjadi pokok prioritas.

Baca: Presiden Prancis Tiba di Beirut, Emmanuel Macron: Lebanon Tidak Sendiri

FOTO: Sebuah tangkapan layar rekaman video menunjukkan Presiden Prancis Emmmanuel Macron (tengah) sedang memeriksa kerusakan di pelabuhan ibu kota Lebanon, Beirut, pada 6 Agustus 2020, di mana ledakan besar menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan kota.
FOTO: Sebuah tangkapan layar rekaman video menunjukkan Presiden Prancis Emmmanuel Macron (tengah) sedang memeriksa kerusakan di pelabuhan ibu kota Lebanon, Beirut, pada 6 Agustus 2020, di mana ledakan besar menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan kota. (POOL / AFP)

Lebih jauh lagi, lembaga ini turut meminta militer AS mengangkut persediaan medis dan obat-obatan untuk membantu hingga 60.000 warga Lebanon.





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved