Presiden Lebanon Selidiki Dugaan 'Keterlibatan Eksternal', Siapa Aktor Ledakan di Beirut?

Investigasi atas ledakan yang menewaskan 154 orang ini memeriksa dugaan baik itu disebabkan oleh bom ataupun adanya 'keterlibatan eksternal'.


zoom-inlihat foto
presiden-lebanon-michel-aoun-1.jpg
DALATI AND NOHRA / AFP
FOTO: Presiden Lebanon Michel Aoun (tengah) mengenakan masker pelindung saat mengunjungi lokasi ledakan besar di, Beirut pada 5 Agustus 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Lebanon menyatakan bahwa penyelidikan internal terhadap ledakan di Beirut akan mendudukkan perkara dari segala kemungkinan.

Investigasi atas ledakan yang menewaskan 154 orang ini memeriksa dugaan baik itu disebabkan oleh bom ataupun adanya 'keterlibatan eksternal'.

Sampai hari ini, Sabtu (8/8), regu penyelamat masih berjibaku di antara puing-puing reruntuhan berharap dapat menemukan jiwa yang selamat.

Para warga juga terlihat berusaha membangun kembali rumahnya yang hancur.

Sebagai informasi, ledakan terjadi di Pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8/2020), mengirimkan gelombang kejut seismik di sekitar wilayah tersebut.

"Penyebabnya belum disimpulkan. Ada kemungkiinan gangguan eksternal melalui roket atau bom ataupun hal-hal lain," kata Presiden Michel Aoun kepada media lokal, dilansir Reuters, Sabtu (8/8/2020).

Baca: 3 Pesawat Bantuan AS Bakal Mendarat di Lebanon, Dana Rp 220 Miliar Lebih Siap Dikucurkan

FOTO: Presiden Lebanon Michel Aoun (kanan) menerima Presiden Prancis Emmmanuel Macron di bandara dekat ibu kota Beirut, pada 6 Agustus 2020. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beirut yang sedang diguncang bencana, menjanjikan dukungan dan mendesak perubahan setelah ledakan besar menghancurkan ibu kota Lebanon.
FOTO: Presiden Lebanon Michel Aoun (kanan) menerima Presiden Prancis Emmmanuel Macron di bandara dekat ibu kota Beirut, pada 6 Agustus 2020. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beirut, menjanjikan dukungan dan mendesak perubahan setelah ledakan besar menghancurkan ibu kota Lebanon. (DALATI AND NOHRA / AFP)

Siapa di balik ledakan?

Aoun sebelumnya menyebut bahwa ada bahan peledak yang disimpan sembarangan di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Menyusul penyataan itu, Aoun mengatakan penyelidikan akan mempertimbangkan apakah ledakan itu terjadi berkat kelalaian ataukah murni kecelakaan.

Sejauh ini, dua puluh orang telah diamankan, tambahnya.

Sebagai informasi, pada awal penyelidikan, sebuah sumber menyebut ada 'kelalaian' petugas pelabuhan.

Amerika Serikat sempat membuka kemungkinan ada serangan di balik ledakan ini.

Baca: PBB Gotong Royong Bantu Lebanon, Kucurkan Dana Rp 132 M

Orang-orang berdiri di dekat bangkai kapal di lokasi ledakan yang hancur di pelabuhan Beirut pada 6 Agustus 2020, dua hari setelah ledakan besar melanda ibu kota Lebanon dalam bencana yang memicu kesedihan dan kemarahan. Presiden Prancis mengunjungi Beirut pada 6 Agustus, menjanjikan dukungan dan mendesak perubahan setelah ledakan besar menghancurkan ibu kota Lebanon dalam bencana yang menyebabkan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Orang-orang berdiri di dekat bangkai kapal di lokasi ledakan yang hancur di pelabuhan Beirut pada 6 Agustus 2020, dua hari setelah ledakan besar menghancurkan ibu kota Lebanon. Presiden Prancis mengunjungi Beirut pada 6 Agustus, menjanjikan dukungan dan mendesak perubahan setelah ledakan besar menghancurkan ibu kota Lebanon dalam bencana yang menyebabkan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. (Thibault Camus / POOL / AFP)

Israel, yang berperang beberapa kali dengan Lebanon, membantah ada perannya di balik ledakan ini.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan menyebut penyebab ledakan ini tidak jelas.

Namun, ia membandingkan ledakan pelabuhan Beirut dengan pemboman tahun 2005 yang menewaskan mantan Perdana Menteri, Rafik al-Hariri.

Sementara itu, Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah, membantah apa tudingan yang menyebut kelompok mereka menyimpang senjata di lokasi ledakan.

Menurut pengakuan Hassan, kelompok Hizbullah tidak memiliki gudang senjata, rudal, senapan, bom, hingga amonium nitrat.

Bahkan Hassan menyampaikan, di antara korban tewas dan terluka, terdapat anggota kelompoknya.

Baca: Presiden Prancis Tiba di Beirut, Emmanuel Macron: Lebanon Tidak Sendiri

FOTO: Sebuah tangkapan layar dari rekaman video menunjukkan Presiden Prancis Emmmanuel Macron (kiri) berbicara dengan anggota tim penyelamat Prancis untuk mendukung upaya bantuan di pelabuhan ibu kota Lebanon, Beirut, pada 6 Agustus 2020, di mana ledakan besar menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan bangunan kota.
FOTO: Sebuah tangkapan layar dari rekaman video menunjukkan Presiden Prancis Emmmanuel Macron (kiri) berbicara dengan anggota tim penyelamat Prancis untuk mendukung upaya bantuan di pelabuhan ibu kota Lebanon, Beirut, pada 6 Agustus 2020, di mana ledakan besar menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan bangunan kota. (POOL / AFP)

Hassan menyerukan agar penyelidikan dilakukan secara adil dan akuntabilitas bagi siapa saja tanpa perlindungan politik.

"Kalaupun (misal) ada pesawat menabrak, atau memang ada kesengajaan, di mana nitrat sudah bertahun-tahun disimpan di pelabuhan, artinya sebagian kasus ini mutlak kelalaian dan korupsi," ujarnya.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved