3 Pesawat Bantuan AS Bakal Mendarat di Lebanon, Dana Rp 220 Miliar Lebih Siap Dikucurkan

Inisiatif ini dilakukan untuk membahas bantuan kemanusiaan ke Lebanon pasca-meletusnya ledakan di Pelabuhan Beirut awal pekan ini.


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-mengenakan-masker.jpg
ALEX EDELMAN / AFP
Donald Trump siapkan 3 pesawat bantuan AS yang siap mendarat di Lebanon, FOTO: Presiden AS Donald Trump mengenakan masker ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020.


Menurut sumber pemerintah Lebanon, pejabat senior Gedung Putih telah melakukan pertemuan untuk membicarakan ihwal bantuan tambahan.

Adapun muncul kekhawatiran dari pejabat AS persoalan manajemen pengelolaan bantuan di Lebanon.

Senada dengan itu, Macron yang Kamis lalu (6/8) tiba di Beirut, meyakinkan warga Lebanon yang marah, bahwa bantuan tidak akan diberikan kepada 'tangan-tangan korup'.

Bantuan PBB 

Badan dan unit kerja di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan siap gotong royong membantu para korban ledakan pelabuhan Beirut, Lebanon.

Lembaga tempat bersatunya negara-negara di dunia ini juga akan mengkoordinasikan bantuan dari negara lain untuk Lebanon.

Seorang jubir organisasi kesehatan dunia (WHO) -badan di bawah PBB- menerangkan bahwa bantuan dikeluarkan mengingat parahnya kerusakan rumah sakit yang menyebabkan hancurnya 500 tempat tidur.

Tak berhenti di situ, WHO juga menyoroti protokol kesehatan, termasuk alat perlindungan pribadi (APD) untuk mencegah penularan Covid-19, juga banyak yang rusak.

Menyusul langkah tersebut, PBB mengeluarkan dana USD 9 juta atau setara Rp. 132,2 Miliar.

Melalui koordinator wilayah Lembaga Kemanusiaan Lebanon, Najat Rochdi, dana tersebut digelontorkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi dampak bencana tersebut.

Baca: Presiden Prancis Tiba di Beirut, Emmanuel Macron: Lebanon Tidak Sendiri

FOTO: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres ketika memberikan pidato dalam konferensi pers pada KTT Uni Afrika ke-33, 8 Februari 2020 di Addis Ababa.
FOTO: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres ketika memberikan pidato dalam konferensi pers pada KTT Uni Afrika ke-33, 8 Februari 2020 di Addis Ababa. (AFP/MICHAEL TEWELDE)

"Dengan adanya tantangan baru yaitu peristiwa dahsyat belakangan ini, PBB di Lebanon bersama mitra akan digerakkan untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Lebanon, untuk mendukung aksi pemerintah atas tragedi ini," katanya di situs resmi PBB, Kamis (6/8/2020).

Melalui Twitter, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendukung pemerintah dan rakyat Lebanon pasca-insiden tersebut.

Guterres mengatakan bahwa persediaan medis telah dikirimkan, serta tim pencarian & penyelamatan sudah berada di lapangan.

Mereka bersiap memberikan dukungan psikologis bagi keluarga terdampak musibah ini.

Duka Lebanon

Lebanon sedang dirundung duka setelah ledakan kuat menghantam negaranya yang sedang krisis ekonomi.

Ledakan yang meratakan sebagian pelabuhan Beirut ini juga ikut merusak tatanan kotanya.

Para petugas berwajib beserta regu penyelamat masih terus melanjutkan pencarian korban.

Setidaknya 137 orang tewas dan melukai lebih dari 5000 jiwa lainnya.

Banyak warga Lebanon kehilangan pekerjaan.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Johanis Tanak

    Johanis Tanak adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Rasamala Aritonang

    Rasamala Aritonang adalah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Viral Video 14 Detik Pasangan

    Polisi sebut perekam dan penyebar video viral 14
  • Abu Tumin

    Abu Tumin adalah ulama besar, ahli fikih, dan
  • Banyak Warga Rusia Ingin Kabur,

    Banyak warga Rusia yang melarikan diri ke negara
Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved