Hari Ini dalam Sejarah: Bom Atom 'Little Boy' Dijatuhkan di Hiroshima dan Menewaskan 80 Ribu Orang

Para pendukungnya mengklaim pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki justru memperkecil jumlah korban jiwa akibat perang


zoom-inlihat foto
bom-atom-little-boy.jpg
Wikimedia Commons
Ledakan bom atom di Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan)

Para pendukungnya mengklaim pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki justru memperkecil jumlah korban jiwa akibat perang




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bom atom yang dijuluki "Little Boy" dijatuhkan di Kota Hiroshima, Jepang, oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945 pukul 08.15 waktu setempat.

Little Boy adalah bom fisik yang memiliki daya ledak sekitar 13 kiloton dan panas ledakannya mencapai 4 ribu derajat Celsius.

Ledakan bom atom ini memunculkan gelombang kejut yang lebih cepat dari kecepatan udara dan radiasinya langsung membunuh semua yang berada dalam jarak satu kilometer dari hypocentre.

Diperkirakan ada 80 ribu orang yang langsung tewas dalam setelah Little Boy meledak.[1]

Namun, total kematian diperkirakan mencapai 135 ribu orang jika jumlah kematian dalam empat bulan pertama turut dimasukkan.

Keputusan pengeboman ini mendapat banyak kritikan dari luar Amerika Serikat.

Meski demikian, para pendukung pengeboman ini menganggap keputusan itu dapat dibenarkan karena justru bisa mengurangi korban akibat perang.

Pengeboman ini, menurut mereka, menjadi alasan utama Jepang menyerah kepada Sekutu.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Nelson Mandela Ditangkap karena Dituduh Menghasut para Buruh

Bom atom Little Boy
Bom atom Little Boy (US government DOD and/or DOE photograph)

  • Proyek Manhattan


Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II setelah Pearl Harbour diserang oleh Jepang pada 7 Desember 1941.

Jepang dan Amerika Serikat kemudian berperang di Front Pasifik.

Sementara itu, banyak ilmuwan Eropa yang melarikan diri ke Amerika Serikat karena ada tekanan dari Nazi Jerman.

Beberapa dari mereka meneliti potensi fisi nuklir untuk dijadikan senjata perang.

Proyek ini dijalankan mulai Februari 1940 dan pada Desember 1941 berada di bawah Office of Scientific Research and Development.

Setelah AS terlibat perang, Departemen Perang ikut dalam proyek yang dinamakan Manhattan Project itu.

Beberapa ilmuwan yang terlibat di antaranya J. Robert Oppenheimer, Enrico Fermi, dan Neils Bohr.

Sebelum 1943, pekerjaan mendesain dan memfungsikan bom masih dalam tahap teoretis.

Namun, pada musim panas 1945 sudah ada cukup plutonium-239 untuk menghasilkan ledakan nuklir dan pengetesan sudah bisa dijadwalkan.

Pada 16 Juli 1945, AS meledakkan bom atom pertamanya di Alamogordo, New Mexico.

Bola api muncul dengan cepat dan awan ledakan bisa menjangkau jarak 12.200 meter.

Kekuatan ledakannya diperkirakan setara 15.000 sampai 20.000 ton TNT.

Dua bulan kemudian, AS memproduksi dua bom atom lain, yang pertama menggunakan uranium-235 dan yang kedua menggunakan plutonium.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus 1962: Marilyn Monroe Ditemukan Meninggal karena Overdosis


Pada 26 Juli 1945, Presiden Truman mengeluarkan Deklarasi Postdam dan meminta Jepang menyerah tanpa syarat.

AS memperingatkan kepada Jepang tentang "kehancuran cepat dan total".

Unit bom atom bernama "Little Boy" kemudian dibawa menggunakan USS Indianapolis ke Pulau Tinian.

Pada 29 Juli, Jepang menolak Deklarasi Postdam atau tidak mau menyerah kepada Sekutu.

Dua hari kemudian, Little Boy sudah selesai dirakit dan siap digunakan.[4]

AS kemudian memutuskan menjatuhkan Little Boy ke Hiroshima dan misi itu dinamakan Operation Canterboard

Pada 6 Agustus, Little boy dibawa menggunakan pesawat B-29 "Enola Gay" dari Pulau Tinian ke Pasifik barat.

Pesawat ini dipiloti oleh Paul Tibbet dan bersamanya ada kopilot Robert Lewies, bombardier Tom Ferebee, navigator Theodore van Kirk, dan lainnya.[5]

Bom dijatuhkan pada pukul 08.15 waktu setempat dari ketinggian 31.000 kaki.

Little Boy meledak setelah 44 detik dijatuhkan, di ketinggian sekitar 1.900 kaki di atas Hiroshima.

Bola api muncul dengan cepat dan tinggi awan ledakan mencapai 33.000 kaki.

Kondisi Hiroshima setelah dibom
Kondisi Hiroshima setelah dibom (U.S. Navy Public Affairs Resources)

Suhu di inti bola api mencapai 300.000 derajat Celsius dan suhu permukaan mencapai hampir 7.000 derajat Celsius.

Hampir lima mil persegi bagian kota tersebut hancur dan seperempat penduduk Hiroshima tewas seketika.[6]

Diperkirakan total ada ratusan ribu orang yang meninggal karena bom ini dalam lima tahun pertama setelah dijatuhkan.

Mereka terkena dampak tidak langsung dari bom, misalnya luka bakar, radiasi, dan kanker.

AS kembali menjatuhkan bom atom, kali ini di Nagasaki, pada 9 Agustus 1945.[7]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gunung Asama Meletus dan Sebabkan Kelaparan yang Menewaskan 20.000 Orang

 

  • Kritik


Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki memunculkan kritik kepada AS.

Namun, para pendukungnya mengklaim pengeboman ini justru memperkecil jumlah korban jiwa akibat perang.

Menurut mereka pengeboman Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang menyerah dan mengakhiri perang.

Namun, banyak yang menganggap bahwa pengeboman ini tidak dapat dibenarkan secara moral.

Selain itu, para pengkritik menganggap alasan utama Jepang menyerah adalah Uni Soviet yang tiba-tiba menyatakan perang kepada Jepang.[8]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pengeboman Hiroshima
Pada 6 Agustus 1945
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved