Sedangkan keinginan tidak memiliki keharusan untuk segera dipenuhi.
Biasanya, keinginan juga bersifat tambahan, yang bisa dipenuhi saat kebutuhan pokok sudah terpenuhi.
Cara agar keinginan kita tetap terkontrol bisa dilakukan dengan menyusun skala prioritas, yakni menyusun kebutuhan berdasarkan dari yang paling penting untuk dipenuhi.
Kita juga harus berlatih mengendalikan keinginan untuk membeli barang-barang yang tidak begitu kita butuhkan.
3. Proses jual beli melalui sitem online atau daring sangat efisien untuk menghemat waktu serta biaya.
Namun, belanja online juga memiliki kekurangan yakni rawan terjadinya penipuan karena pembeli dan penjual tidak bisa bertemu secara langsung.
Selain itu, pembeli juga hanya bisa melihat gambar dari produk yang dijual tanpa mengetahui kondisi asli sdari barang yang ditawarkan tersebut.
Disclaimer: artikel ini hanya digunakan oleh orangtua untuk memandu proses belajar anak. Soal ini berupa pertanyaan terbuka. Artinya, jawaban tidak terpaku seperti berikut.
Baca: Perjuangan Abdul Muis, Sastrawan & Jurnalis yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional Pertama di Indonesia
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Lafran Pane
Panduan orangtua untuk tayangan yang menekankan kompetensi literasi
Sebelum tayangan: Kurang lebih 10 menit sebelum program ditayangkan, orangtua mengajak anak duduk bersama dengan sikap rileks dan menjelaskan sekilas tentang lamanya tayangan dan aktivitas yang akan dilakukan dengan anak saat dan/atau sesudah menyaksikan tayangan tersebut.
Anak juga menyiapkan alat tulis.
Setelah tayangan
Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:
1. Dampingi anak ketika sedang menyimak tayangan, kemudian minta anak untuk mengkomunikasikan ide, gagasan, maupun perasaan sendiri, baik lisan maupun tertulis, dari tayangan tersebut. Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan, membaca apa yang disampaikan anak, dan memberi umpan balik berupa tanya jawab, diskusi dan pujian.
2. Lakukan diskusi dengan anak terkait hasil tulisannya.
Perhatikan tema, topik, gagasan, atau ide yang dirasa belum pas dan beri waktu kepada anak untuk mengemukaan pendapatnya dan memperbaiki tulisannya.
Jika orang tua mengalami kesulitan, bisa diskusi bersama keluarga dan guru.
3. Mintalah anak untuk membacakan hasil tulisannya.
Perhatikan cara duduk, jarak dari buku ke mata, posisi sikap yang baik, dan intonasi pembacaan. Selanjutnya, bersama-sama orang tua dan anak menyimpulkan bacaan.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy S)